Page 278 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 278

tidak membayarkan hak THR buruh sudah dilaporkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
              Tetapi laporan tak kunjung digubris.
              "Setiap tahun Kemenaker juga bangun posko (pengaduan) THR. Tapi pelanggaran THR temuan
              di lapangan masih terjadi. Jadi, seolah-olah yang penting ada posko, ada pengaduan menjelang
              hari raya, tapi terjadi pembiaran," ujarnya.

              Dian juaga menambahkan, FSBI juga sudah melakukan survei terhadap 123 responden menyoal
              pemenuhan hak THR buruh di 50 perusahaan pada 19 sektor usaha, termasuk pekerja rumah
              tangga, di 22 kabupaten/kota yang digelar pada 29 April 2021.

              Hasilnya,  didapati  52  persen  responden  mengaku  hak  THR  tidak  dipenuhi  sesuai  dengan
              Permenaker Nomor 6 Tahun 2015.

              "Rinciannya,  sebanyak  13,28  persen  buruh  mengatakan  THR  mereka  dicicil,  15,4  persen
              mengatakan  besaran  THR  dikurangi,  3,3  persen  mengatakan  THR  dicicil  dan  besarannya
              dikurangi," papar Dian.

              Kemudian, juga sebanyak 2,4 persen hanya menerima THR berupa bingkisan, dan 17,1 persen
              tidak mendapat THR.

              Dalam  kesempatan  sama,  perwakilan  dari  KPBI  Ilhamsyah  membeberkan  buruh  di  sektor
              transportasi ialah satu di antara yang jamak didapati pelanggaran THR.

              Ia berkata, kalangan buruh di sektor tersebut, macam sopir dan tenaga kerja bongkar muat,
              tidak  ada  yang  namanya  THR.  Selama  ini,  mereka  hanya  diganjar  'uang  ketupat'  setiap  kali
              momen menjelang Lebaran.

              "Saya buruh di transportasi hanya dapat uang ketupat, berkisar Rp100 ribu sampai Rp250 ribu.
              Jadi  tidak  merasakan THR.  Padahal bekerja  bertahun-tahun,  kontribusi  besar  pada  distribusi
              barang, perekonomian kita," keluhnya.






































                                                           277
   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283