Page 280 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 280
DIBANDING TAHUN SEBELUMNYA, LAPORAN PERMASALAHAN THR TAHUN INI
MENINGKAT DRASTIS - REQNEWS.COM
Adanya kebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh dan tepat waktu pada
2021, dianggap menjadi salah satu penyebab meningkatnya laporan ke Posko THR Kementerian
Ketenagakerjaan pada 2021 dibanding tahun 2020.
"Lebih besar tahun ini karena waktu yang kita berikan kita harap pembayaran THR bisa dipenuhi
H-1 Lebaran," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, saat konferensi pers, Rabu, 12 Mei
2021. Pada tahun ini, sambungnya, sebanyak 977 laporan masuk terkait permasalahan THR.
Sementara pada 2020, laporan terkait pembayaran THR yang masuk sebanyak 683.
"Lebih besar tahun ini karena waktu yang kita berikan kita harap pembayaran THR bisa dipenuhi
H-1 Lebaran. Sementara pada 2020 ada kelonggaran hingga akhir tahun, karena tekanan
pandemi Covid-19," ujar Ida.
Meski lebih banyak, dia menilai, Dinas Ketenagakerjaan di masing-masing daerah akan lebih
cepat menyelesaikan masalah THR pada tahun ini. Sebab, dipastikannya ekonomi Indonesia
sudah lebih baik.
"Saya optimis meski kasusnya lebih besar penyelesaiannya akan jauh lebih baik dari 2020 seiring
dengan semakin membaiknya ekonomi kita," ujarnya.
Menurut Ida, 2020 merupakan tahun yang memang sulit bagi keuangan perusahaan secara
umum. Pandemi Covid-19, menurut dia, menekan kinerja perusahaan saat itu sehingga ada
kelonggaran pembayaran THR.
"Maka demi keberlangsungan usaha kami kasih batas toleransi sampai akhir 2020, dari sini saja
kita lihat jumlah pengaduan 2020 dengan 2021 memang lebih banyak di 2021," ujarnya.
Adapun khusus untuk permasalahan THR pada 2020, Ida mengungkapkan, dari 683 laporan 75
persen telah melaksanakan pembayaran baik yang terlambat bayar, tertunda dan menyepakati
sesuai maupun tidak sesuai dengan ketentuan THR.
"25 persennya tidak dibayar sesuai ketentuan terkait penyelesaian permasalahan perselisihan
hubungan industrial, itu 2020. 2021 totalnya 977 memang kalau dilihat lebih besar," ujar Ida.
279

