Page 322 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 322

data,  duplikasi  aduan  dan  repetisi  yang  melakukan  pengaduan,  maka  diperoleh  data  aduan
              sejumlah 977," ujar Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers, di  Jakarta  , Rabu (12/5/2021).


              H-1 LEBARAN 2021, POSKO THR KEMNAKER FOKUS TANGANI 977 ADUAN

              Sehari  menjelang  perayaan  Idulfitri  1442  Hijriyah,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)
              memberikan  penjelasan  perkembangan  Posko  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Keagamaan  2021
              secara virtual. Dari data yang terhimpun Posko THR Keagamaan 2021, melaporkan sejak 20 April
              hingga 12 Mei, tercatat 2.897 laporan yang terdiri dari 692 konsultasi THR dan 2.205 pengaduan
              THR.

              "Dari data tersebut setelah diverifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data,
              duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan pengaduan, maka diperoleh data aduan sejumlah
              977," ujar Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers, di  Jakarta  , Rabu (12/5/2021).

              Menaker Ida menguraikan 350 dari 977 aduan yang diterima Posko THR 2021, sudah dikirim ke
              daerah untuk diatensi Disnaker di 21 provinsi. Sisanya akan dilanjutkan setelah perayaan Idulfitri
              1442 H besok.

              Proses penyelesaian aduan kata Menaker Ida, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh pengawas
              ketenagakerjaan. Setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak 2 kali dengan jangka waktu
              30 hari.
              "Setelah itu baru bisa diberikan rekomendasi sanksi. Jadi kalau dihitung-hitung 3 sampai 14 hari
              dikali dua, sekitar 30 hari untuk penyelesaian," kata Menaker Ida seraya memberikan apresiasi
              kepada para Kadisnaker yang bereaksi cepat untuk memproses secara cepat aduan, sehingga
              tak membutuhkan waktu hingga 30 hari, sesuai batas waktu maksimal.
              Menaker Ida menjelaskan ada lima isu besar dalam konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke
              Posko THR  2021. Yakni,  THR bagi  pekerja yang  mengundurkan  diri,  THR  bagi pekerja  yang
              selesai kontrak kerjanya, THR bagi pekerja yang dirumahkan, perhitungan THR Bagi Pekerja
              yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi. "Dan kelima, THR bagi pekerja yang berstatus
              hubungan Kemitraan (contohnya ojek dan taksi online)," katanya.

              Menaker Ida Fauziyah (c)2021  Menaker Ida juga mengungkapkan ada lima isu pengaduan yang
              dilaporkan  masyarakat  ke  Posko  THR  2021.  Pertama,  THR  dibayar  dicicil  oleh  perusahaan.
              Kedua, THR dibayarkan 50 persen (20-50 persen). Ketiga, THR dibayar tidak penuh karena ada
              pemotongan gaji. Keempat, THR tidak dibayarkan 1 bulan gaji. "Dan kelima, THR tidak dibayar
              karena Covid-19," kata Menaker Ida.

              Atas  berbagai  pengaduan  tersebut,  lanjut  Menaker  Ida,  pemerintah  melalui  Kemnaker  telah
              melakukan  berbagai  langkah.  Dimulai  dari  tahap  memverifikasi  dan  memvalidasi  data  dan
              informasi, dilanjutkan berkoordinasi dengan Disnaker daerah dan instansi terkait.

              "Langkah  berikutnya,  menurunkan  tim  pengawas  ketenagakerjaan,  dan  merumuskan
              rekomendasi sanksi terhadap ketidakpatuhan," kata Ida Fauziyah didampingi Sekjen Kemnaker
              Anwar Sanusi dan Dirjen Binwasnaker & K3, Haiyani Rumondang, Dirjen PHI & Jamsos, Indah
              Anggoro Putri dan Kepala Barenbang Kemnaker Bambang Satrio Lelono.

              Menaker Ida Fauziyah menambahkan, direncanakan pekan pertama setelah Hari Raya Idulfitri,
              pihaknya  akan  menggelar  rapat  koordinasi  dengan  mengundang  seluruh  Kepala  Dinas
              Ketenagakerjaan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Tim Posko THR untuk melakukan evaluasi tindak
              lanjut.


                                                           321
   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327