Page 325 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 325

Pemerintah  harus  mengingatkan  perusahaan  bahwa  THR  bukanlah  hadiah  yang  diberikan
              sukarela. Tapi kewajiban yang harus ditunaikan. Suka atau tidak, perusahaan sedang lapang
              atau sulit, THR pekerja wajib dibayarkan.

              "Ini  adalah  amanat  PP  Nomor  36  tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan," ujar Netty dalam keterangan medianya, Selasa (11/5).

              Netty juga meminta pemerintah agar memastikan posko-posko THR yang dibentuk Kemnaker di
              tingkat pusat dan daerah guna memberikan pelayanan informasi, konsultasi, dan pengaduan
              atas pelaksanaan pembayaran THR bekerja proaktif dan jangan hanya menunggu laporan.

              Ia mengatakan, Posko THR jangan hanya menunggu laporan masuk, tapi harus proaktif turun
              langsung ke lapangan untuk jemput bola mengatasi persoalan yang muncul.

              "Perusahaan  yang  belum  atau  sulit  bayar  THR  harus  didatangi  langsung,  dievaluasi  dan
              diingatkan untuk menunaikan kewajibannya," katanya.

              Menurut Netty, jika hanya menunggu laporan atau aduan pekerja, maka hasilnya tidak akan
              maksimal karena umumnya pekerja enggan dan takut melaporkan perusahaannya yang tidak
              membayar THR.

              "Pekerja umunya tidak berani lapor dan berurusan dengan pihak lain. Mereka takut dipecat,
              apalagi  yang  statusnya  pekerja  kontrak.  Oleh  karena  itu,  pemerintah  harus  sigap  mencari
              perusahaan-perusahaan yang belum mencairkan THR," terangnya.

              Perusahaan tersebut, imbuh Netty, harus diingatkan dan jika perlu berikan sanksi yang tegas.

              "Pastikan  Posko  THR  berfungsi  optimal  dalam  melindungi  hak  pekerja,  jangan  hanya  jadi
              retorika," ungkap Netty. (khf/fin).







































                                                           324
   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330