Page 327 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 327

penanganan pengaduan oleh daerah, dan merumuskan rencana tindak lanjut dan rekomendasi
              pengenaan sanksi," kata Ida dalam konferensi pers pada Rabu (12/5/2021).


              AWAS, ADA SANKSI BAGI PELANGGAR ATURAN THR USAI LEBARAN

              Jakarta -  Menteri Ketenagakerjaan (Menaker),  Ida Fauziyah  , mengatakan pada pekan pertama
              setelah Idulfitri akan ada rapat koordinasi untuk mengevaluasi 2.897 laporan yang masuk di
              Posko  THR  Kemnaker.  Rapat  ini  akan  dihadiri  oleh  seluruh  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan
              Provinsi/Kabupaten/Kota dan tim posko THR.

              "Evaluasi  mengenai  perkembangan  lebih  lanjut  penanganan  pengaduan  oleh  daerah,  dan
              merumuskan  rencana  tindak  lanjut  dan  rekomendasi  pengenaan  sanksi,"  kata  Ida  dalam
              konferensi pers pada Rabu (12/5/2021).
              Berdasarkan  laporan  Posko  THR  Keagamaan  2021  Kemnaker  sejak  20  April  hingga  12  Mei,
              tercatat ada 2.897 laporan. Jumlah ini terdiri dari 692 konsultasi dan 2.205 pengaduan THR. Dari
              data tersebut telah dilakukan verifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data,
              duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan pengaduan, maka diperoleh data aduan sejumlah
              977.

              Topik konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021 menyangkut lima isu yaitu THR
              bagi pekerja yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya, THR
              bagi pekerja yang dirumahkan, perhitungan THR Bagi Pekerja yang upahnya disesuaikan pada
              masa  pandemi,  dan  THR  bagi  pekerja  yang  berstatus  hubungan  kemitraan  (ojek  dan  taksi
              online).

              Sementara isu yang terkait dengan pengaduan adalah THR dibayar dicicil oleh perusahaan, THR
              dibayarkan 50 persen (20- 50 persen), THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji,
              THR tidak dibayarkan 1 bulan gaji, dan  THR  tidak dibayar karena Covid-19.

              "Atas berbagai aduan tersebut, pemerintah melalui Kemnaker telah mengambil langkaH-1angkah
              memverifikasi dan memvalidasi data dan informasi, berkoordinasi dengan Disnaker daerah dan
              instansi  terkait,  menurunkan  tim  pengawas  ketenagakerjaan,  dan  merumuskan  rekomendasi
              sanksi terhadap ketidakpatuhan," ungkap Ida.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan proses penyelesaian pengaduan
              Tunjangan Hari Raya (THR) akan rampung dalam waktu paling lama 30 hari.Berdasarkan laporan
              di Posko THR Kemnaker, tercatat sejak 20 April hingga 12 Mei 2021, ada 977 pengaduan yang
              sudah diverifikasi dan divalidasi.

              "Proses penyelesaiannya, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh pengawas ketenagakerjaan.
              Kemudian setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak dua kali dengan jangka waktu paling
              lama 30 hari," jelas Ida dalam konferensi pers pada Kamis (12/5/2021).

              Setelah itu, baru bisa diberikan rekomendasi terkait dengan pengenaan sanksinya. Namun jika
              sudah bisa diselesaikan pada waktu pemberian nota pemeriksaan pertama, maka tidak perlu
              sampai 30 hari.

              "Saya sangat mengapresiasi teman-teman Kadis membuat reaksi cepat, yang akan memproses
              secara  cepat  sehingga  tidak  membutuhkan  waktu  lama  sampai  30  hari  waktu  maksimal,"
              ungkapnya.

              Saat  ini,  sebanyak  977  pengaduan  yang  ada  sudah  diteruskan  kepada  kepala  dinas
              ketenagakerjaan provinsi di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kemudian sudah dikirimkan

                                                           326
   322   323   324   325   326   327   328   329   330   331   332