Page 332 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MEI 2021
P. 332

POSKO THR KEMNAKER TANGANI 977 ADUAN JELANG LEBARAN

              Jakarta,  IDN  Times  --  Sehari  menjelang  perayaan  Idulfitri  1442  Hijriyah,  Menteri
              Ketenagakerjaan (Menaker) memberikan penjelasan perkembangan Posko Tunjangan Hari Raya
              (THR) Keagamaan 2021 secara virtual.

              Dari data yang terhimpun Posko THR Keagamaan 2021, melaporkan sejak 20 April hingga 12
              Mei, tercatat 2.897 laporan yang terdiri dari 692 konsultasi THR dan 2.205 pengaduan THR.

              "Dari data tersebut setelah diverifikasi dan validasi dengan melihat aspek kelengkapan data,
              duplikasi aduan dan repetisi yang melakukan pengaduan, maka diperoleh data aduan sejumlah
              977," ujar Menaker Ida Fauziyah dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

              1. 977 aduan sedang diproses Dok. Kemnaker Menaker Ida menguraikan 350 dari 977 aduan
              yang diterima Posko THR 2021, sudah dikirim ke daerah untuk diatensi Disnaker di 21 provinsi.
              Sisanya akan dilanjutkan setelah perayaan Idulfitri 1442 H besok.

              Proses penyelesaian aduan kata Menaker Ida, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh pengawas
              ketenagakerjaan. Setelah itu diberikan nota pemeriksaan sebanyak 2 kali dengan jangka waktu
              30 hari.

              "Setelah itu baru bisa diberikan rekomendasi sanksi. Jadi kalau dihitung-hitung 3 sampai 14 hari
              dikali dua, sekitar 30 hari untuk penyelesaian," kata Menaker Ida seraya memberikan apresiasi
              kepada para Kadisnaker yang bereaksi cepat untuk memproses secara cepat aduan, sehingga
              tak membutuhkan waktu hingga 30 hari, sesuai batas waktu maksimal.

              2. Ada lima isu besar yang dilaporkan Dok. Kemnaker Menaker Ida menjelaskan ada lima isu
              besar dalam konsultasi yang dilaporkan masyarakat ke Posko THR 2021. Yakni, THR bagi pekerja
              yang mengundurkan diri, THR bagi pekerja yang selesai kontrak kerjanya, THR bagi pekerja
              yang dirumahkan, perhitungan THR Bagi Pekerja yang upahnya disesuaikan pada masa pandemi.
              "Dan kelima, THR bagi pekerja yang berstatus hubungan Kemitraan (contohnya ojek dan taksi
              online)," katanya.

              Menaker Ida juga mengungkapkan ada lima isu pengaduan yang dilaporkan masyarakat ke Posko
              THR 2021. Pertama, THR dibayar dicicil oleh perusahaan. Kedua, THR dibayarkan 50 persen (20-
              50 persen). Ketiga, THR dibayar tidak penuh karena ada pemotongan gaji. Keempat, THR tidak
              dibayarkan 1 bulan gaji. "Dan kelima, THR tidak dibayar karena COVID-19," kata Menaker Ida.

              Atas  berbagai  pengaduan  tersebut,  lanjut  Menaker  Ida,  pemerintah  melalui  Kemnaker  telah
              melakukan  berbagai  langkah.  Dimulai  dari  tahap  memverifikasi  dan  memvalidasi  data  dan
              informasi, dilanjutkan berkoordinasi dengan Disnaker daerah dan instansi terkait.

              "Langkah  berikutnya,  menurunkan  tim  pengawas  ketenagakerjaan,  dan  merumuskan
              rekomendasi sanksi terhadap ketidakpatuhan," kata Ida Fauziyah didampingi Sekjen Kemnaker
              Anwar Sanusi dan Dirjen Binwasnaker & K3, Haiyani Rumondang, Dirjen PHI & Jamsos, Indah
              Anggoro Putri dan Kepala Barenbang Kemnaker Bambang Satrio Lelono.

              3.  Pekan  pertama  setelah  Idulfitri  akan  gelar  rapat  koordinasi  Dok.  Kemnaker  Menaker  Ida
              Fauziyah menambahkan, direncanakan pekan pertama setelah Hari Raya Idulfitri, pihaknya akan
              menggelar  rapat  koordinasi  dengan  mengundang  seluruh  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan
              Provinsi/Kabupaten/Kota dan Tim Posko THR untuk melakukan evaluasi tindak lanjut.

              "Terutama menyangkut perkembangan tindak lanjut penanganan pengaduan oleh daerah dan
              merumuskan rencana tindak lanjut dan rekomendasi pengenaan sanksi," katanya.




                                                           331
   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336   337