Page 166 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 166

THR JADI POLEMIK, KADISNAKER SE-INDONESIA AKHIRNYA DIKUMPULKAN

              Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan
              (Kemnaker)  mengumpulkan  Kadisnaker  provinsi  seluruh  Indonesia  terkait  permasalahan
              pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2021, pada Jumat (7/5/2021).

              Kemnaker telah menerima 899 laporan pengaduan terkait THR dalam rentang waktu 20 April
              hingga 6 Mei 2021.

              Dirjen  Pembinaan  Pengawasan  Ketenegakaerjaan  dan  Keselamatan  dan  Kesehatan  Kerja
              (Binawasnaker & K3) Kemnaker, Haiyani Rumondang menegaskan, terkait kasus ini Pengawas
              ketenagakerjaan dan Mediator HI memiliki tugas penting dalam pembinaan dan pengawasan
              untuk memastikan pembayaran THR kepada pekerja/buruh.

              Hal ini ia sampaikan pada Webinar Sinergitas dan Kolaborasi Pengawas Ketenagakerjaan dan
              Mediator Hubungan Industrial dalam Penanganan Permasalahan THR 2021melalui zoom meeting
              pada Jumat (7/5/2021).

              "Tugas  Mediator  mendorong  agar  dialog  secara  kekeluargaan  dengan  perusahaan  dapat
              mencapai kata sepakat pada waktu yang ditetapkan dan jumlah THR yang dibayarkan," kata
              Haiyani dalam keterangannya.

              Sedangkan Pengawas memberikan peringatan dan memastikan penegakan hukum berupa sanksi
              administrasi apabila THR tidak dibayarkan.
              "Dengan  demikian  pengawas  dan  Mediator  dpt  ikut  andil  berperan  aktif  dalam  meningkat
              pertumbuhan ekonomi Indonesia," Haiyani Rumondang.

              Haiyani  menjelaskan  dalam  hal  THR  Keagamaan  tidak  dibayar  sesuai  kesepakatan  dan/atau
              kesepakatan  pembayaran  THR  di  bawah  ketentuan  peraturan  perundang-undangan,  maka
              Pengawas  Ketenagakerjaan  akan  melakukan  penegakan  hukum  berupa  pengenaan  sanksi
              pelaksanaan pembayaran THR, sesuai ketentuan peraturan perundangan.

              Sanksi administratif tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
              Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan Pasal 9 ayat (1) dan (2).

              Sedangkan bagi Pengusaha yang tidak membayar THR Keagamaan, dikenai sanksi administratif
              berupa  teguran  tertulis;  pembatasan  kegiatan  usaha;  penghentian  sementara  sebagian  atau
              seluruh alat produksi; dan pembekuan kegiatan usaha

              "Pengenaan  sanksi  administratif  tidak  menghilangkan  kewajiban  Pengusaha  atas  denda
              keterlambatan  membayar  THR  Keagamaan  sebagaimana  diatur  dalam  peraturan  perundang-
              undangan," lanjut Haiyani.

              Secara  umum,  kebijakan  Harbolnas  (Hari  Belanja  Online  Nasional),  THR  swasta  dan  PNS,
              diperkirakan akan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021
              mendatang.

              Ditambahkan Haiyani, pemberian THR ini akan akan mendorong konsumsi ditingkat masyarakat.
              Sekalipun pemerintah melakukan larangan mudik pada Lebaran tahun ini, namun pekerja/buruh
              bisa mengirim kepada orang tua atau saudara,
              "Pertumbuhan ekonomi sudah mulai membaik dan semoga pembayaran THR melalui konsumsi
              rumah tangga dan daya beli masyarakat dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di kuartal
              II thn 2021 sesuai target pemerintah, " ujarnya.



                                                           165
   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170   171