Page 265 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 265
Judul Buruh Tolak THR Dicicil
Nama Media lenterasultra.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://lenterasultra.com/blog/2021/05/08/buruh-tolak-thr-dicicil/
Jurnalis Redaksi Lenterasultra
Tanggal 2021-05-08 12:10:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Wahyu Aji Purwoko (pengurus Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI))
Soalnya kerjanya itu tetap sama, pandemi atau tidak. Tetap ada lemburan, tetap ada kerjaan,
temen-temen lemburnya juga sampai malam. Buruh baru juga tetap ada, maksudnya terus ada
lowongan
positive - Wahyu Aji Purwoko (pengurus Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI))
Kami akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk
negative - Dian Septi (Perwakilan FSBPI) Ada yang dicicil, ada yang tunai tetapi kurang dari satu
bulan gaji, ada yang dicicil dan jika diakumulasikan sama dengan satu uang gaji, ada yang tidak
mendapatkan THR. Semuanya totalnya 51,5 persen terkendala terkait THR dalam hal
pembayarannya, dan yang sesuai Permenaker 49,5 persen
negative - Dian Septi (Perwakilan FSBPI) Ada yang dicicil delapan kali, selesai sampai pasca
Lebaran. Artinya perusahaan berhutang sama teman-teman buruh, dan itu tanpa melalui laporan
keuangan ke Dinas Ketenagakerjaan
Ringkasan
Meski pandemi masih melanda dan pemerintah menyatakan resesi, tidak seluruh sektor usaha
terdampak. Karena itu, buruh berharap pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tunai
dibayarkan sebelum Lebaran. Buruh meyakini, tetap ada perusahaan yang beroperasi normal
meski di tengah pandemi. Setidaknya itu dialami oleh Wahyu Aji Purwoko, di Salatiga, Jawa
Tengah. Kepada VOA dia mengaku, sejak awal COVID-19 melanda, perusahaan tempatnya
bekerja tidak terdampak. "Soalnya kerjanya itu tetap sama, pandemi atau tidak. Tetap ada
lemburan, tetap ada kerjaan, temen-temen lemburnya juga sampai malam. Buruh baru juga
tetap ada, maksudnya terus ada lowongan," ujar Wahyu yang juga pengurus Federasi Serikat
Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI), dikutip dari voaindonesia.com.
264

