Page 269 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 269

Ringkasan

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengungkapkan  jika  penanganan  laporan
              tentang tunjangan hari raya (THR) sudah terselesaikan hingga 97 persen terhitung dari 20 April
              hingga 5 Mei 2021. "Alhamdulillah kami sudah selesaikan 97 persen, tiga persen sedang proses.
              Per  20  April  hingga  5  Mei  2021,  konsultasi  THR  ada  543  laporan  dan  pengaduan  ada  739
              laporan," ujar Ida Fauziyah di Jakarta, Jumat.



              KEMNAKER SELESAIKAN 97 PERSEN LAPORAN YANG MASUK KE POSKO THR

              Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan jika penanganan
              laporan tentang tunjangan hari raya (THR) sudah terselesaikan hingga 97 persen terhitung dari
              20 April hingga 5 Mei 2021.
              "Alhamdulillah kami sudah selesaikan 97 persen, tiga persen sedang proses. Per 20 April hingga
              5 Mei 2021, konsultasi THR ada 543 laporan dan pengaduan ada 739 laporan," ujar Ida Fauziyah
              di Jakarta, Jumat.

              Dia menjelaskan posko THR tidak hanya di Kementerian Ketenagakerjaan saja, tapi ada di 34
              provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Selain itu layanan yang disediakan bukan hanya tatap
              muka namun secara online atau lewat call center 1500 630.

              "Jadi teman-teman buruh atau pengusaha yang ingin berkonsultasi menyampaikan pengaduan,
              tidak hanya dilakukan di Kemnaker tapi bisa di seluruh provinsi," kata dia.

              "Karena pandemi layanan bisa dilakukan melalui call center atau online. Memang ada layanan
              tatap muka tapi teman-teman lebih suka layanan online atau call center," imbuhnya.

              Mantan anggota DPR RI itu juga mengungkapkan jika karyawan atau buruh berhak mengetahui
              kondisi keuangan.  Hal  tersebut  untuk  mengetahui  apakah  perusahaan  menghalami  kesulitan
              finansial, terlebih di masa pandemi.

              "Sebenarnya untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehat atau tidak maka bisa dibaca
              dari laporan keuangan. Di situ bisa dilihat aset, modal, penjualan, keuntungan, biaya. Semua
              yang ada di perusahaan berhak mengetahuinya, termasuk pekerja atau buruh," ujar dia.
              Menurut  dia,  jika  ada  perusahaan  yang  kesulitan  dalam  membayar  gaji  atau  THR.  Maka
              perusahaan harus menyampaikan laporan keuangan selama dua tahun ke belakang.

              "Dari situ, kami minta dilakukan dialog secara bipartit, antara pengusaha dan pekerja dilakukan
              secara kekeluargaan, secara terbuka. Dialog sosial itu kunci," jelas Ida.

              Ida mengatakan, banyak persoalan-persoalan rumit bisa terselesaikan karena dilakukan dialog
              secara  kekeluargaan.  Dialog  sosial  sangat  efektif  untuk  mengatasi  berbagai  persoalan  di
              perusahaan.

              "Pemerintah itu memberikan rambu-rambu, arahan tapi sesungguhnya akan sangat baik jika
              dilakukan di internal perusahaan," katanya.
              Untuk diketahui, Surat Edaran (SE) pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6
              Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
              yang ditandatangani pada tanggal 12 April 2021 itu ditujukan kepada para gubernur di seluruh
              Indonesia.


                                                           268
   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274