Page 274 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 274

"Pemerintah telah menerbitkan Undang-undang Cipta Kerja yang diharapkan menjadi stimulus
              ekonomi.  Dalam  kondisi  normal  tanpa  pandemi,  harapannya  regulasi  ini  mendorong
              pertumbuhan  ekonomi  5,7  persen  sampai  6  persen  melalui  penciptaan  lapangan  kerja,  dan
              peningkatan volume ekspor," ujar dia dikutip Sabtu (8/5/2021).

              Musdhalifah menjelaskan bahwa UU Cipta Kerja idealnya disikapi positif oleh pelaku usaha dan
              pekerja di Indonesia dan khususnya di sektor kelapa sawit karena meningkatkan daya saing
              Indonesia dengan negara lain.

              "Selain itu, UU Cipta Kerja akan meningkatkan keberterimaan produk sawit Indonesia di pasar
              global dan memperkuat citra positif kelapa sawit berkelanjutan. Ini dapat berdampak naiknya
              penerimaan negara dan memperbaiki tingkat kesejahteraan rakyat khususnya perusahaan dan
              pekerja di sektor kelapa sawit Indonesia," jelas dia.

              Dirjen  Binwasnaker  dan  K3  Kementerian  Ketenagakerjaan  Haiyani  Rumondang,  menjelaskan
              Undang-Undang Cipta Kerja merupakan terobosan hukum dalam rangka penciptaan lapangan
              kerja yang seluas-luasnya, meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia dan menciptakan
              ekosistem ketenagakerjaan  adaptif  dalam  upaya  peningkatan  kualitas  perlindungan  terhadap
              pekerja.

              "Pemerintah mendorong penciptaan lapangan kerja khususnya di sektor  sawit  yang banyak
              menyerap tenaga kerja, dalam rangka peningkatan kesejahteraan pekerja dan masyarakat pada
              umumnya," pinta Haiyani.

              Ketua  Umum  GAPKI  Joko  Supriyono,  mengatakan  industri  sawit  selama  tiga  tahun  terakhir
              menghadapi  gempuran  kampanye  negatif  yang  berkaitan  ketenagakerjaan.  Kalau  dulu,
              kampanye  negatif  memakai  isu  orang  hutan  dan  lingkungan  tetapi  sekarang  beralih  pekerja
              perempuan dan anak.

              Sekretaris  Eksekutif  Jejaring/Serikat  Pekerja  Buruh  Sawit  Indonesia  Nursanna  Marpaung
              mengatakan  organisasinya  telah  membangun  kerjasama  yang  baik  semenjak  2017  melalui
              serangkaian kegiatan seperti pelatihan dan workshop bersama di beberapa wilayah dan riset
              tentang pekerja perempuan bersama HUKATAN. Saat ini, jumlah anggota JAPBUSI mencapai 2
              juta orang yang tersebar di Indonesia.

              "Kami  ingin  dapat  bekerja  berdampingan  dengan  perusahaan  supaya  dunia  tahu  praktik
              pekerjaan di perkebunan sawit telah berjalan baik," ujar Nursanna.

              Di  bidang  Ketenagakerjaan,  GAPKI  mengadopsi  praktik  ketenagakerjaan  terbaik  untuk
              selanjutnya dibagikan kepada anggotanya. Sumarjono Saragih, Ketua Bidang Ketenagakerjaan
              GAPKI, menerangkan pemahaman kerja layak perlu diketahui perusahaan, pekerja, dan petani
              sehingga terwujud keinginan bersama sawit berkelanjutan.

              Menurutnya, GAPKI telah banyak melakukan inisiatif di bidang Ketenagakerjaan seperti pelatihan
              KNK (Kader Norma Ketenagakerjaan) dan membuat Buku Panduan Praktis Perlindungan Hak
              Pekerja  Perempuan  di  Perkebunan  Sawit  yang  disusun  GAPKI  bekerjasama  dengan  CNV
              Indonesia dan Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkayuan dan Pertanian (F-Hukatan).













                                                           273
   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279