Page 279 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 279

sekaligus denda, jika telat H-7 sebelum Idul Fitri," katanya kepada Radar Lombok, Jumat kemarin
              (7/5).
              Diterangkan,  aturan  tersebut  telah  disesuaikan  dengan  surat  edaran  (SE)  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  pelaksanaan  pemberian  tunjangan  hari
              raya keagamaan tahun 2021 bagi pekerja/buruh di perusahaan.

              Pihaknya telah mengirimkan surat ke masing-masing perusahaan yang ada di Kota Mataram agar
              mematuhi aturan pembayaran THR. Bagi karyawan yang merasa haknya tidak dibayarkan juga
              diminta melapor ke Posko Pengaduan THR di Kantor Disnaker Kota Mataram.

              "Kita buka setiap hari, kalangan karyawan bisa mengadukan perusahan yang belum membayar
              THR. Sampai saat ini, daftar aduan perusahan masih nihil. Semua perusahan di Kota Mataram
              terus dipantau petugas," ujarnya.

              Diterangkan, dalam pembayaran THR tersebut telah diatur beberapa aturan lainnya. Antara lain
              THR diberikan bagi pekerja dengan masa kerja satu bulan secara terus menerus  atau lebih.
              Sedangkan pekerja yang telah bekerja lebih dari 12 bulan menerima THR setara satu kali gaji.

              Selain itu, perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 diwajibkan membangun dialog dengan
              pekerja untuk mencapai kesepakatan terkait pembayaran THR. Sehingga sistem dan jumlah THR
              yang dibayarkan dapat disepakati melalui musyawarah internal.

              Setelah adanya kese-pekatan tersebut, perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan karena
              pandemi diminta melaporkan hasil musyawarah ke Disnaker. Sehingga tidak tercatat melanggar
              aturan pembayaran THR. Mereka harus melaporkan keadaan perusahaan saat ini, karena kondisi
              pandemi juga sudah banyak yang tutup.

              Terpisah  Wakil  ketua  Komisi  I  Herman  mengatakan,  para  pengusaha  nakal  yang  tidak
              memberikan hak kaiyawanya harus ditindak tegas. Karena ini, sudah diatur dalam UU ketenaga-
              kerjaan.  "Kita  minta  pengawasan  lebih  diperketat,  karena  banyak  alasan  pc-rusahan  tidak
              membayarkan kewajibanya," katanya.

              Menjelang perayaan id-ulfitri saat ini, kebutuhan karyawan meningkat. Ia berharap, kalangan
              perusahaan  juga  memahami  kebutuhan  dari  karyawan  saat  ini.  Pemerintah  jangan  sampai
              lengah  melakukan  pengawasan  terhadap  beberapa  perusahan  di  Kota  Mataram  yang  masih
              bandel. "Kalau ada yang nakal, lebih baik ditindak. Sudah jelas aturannya," singkatnya, (dir)

              caption:

              KEWAJIBAN THR: Para pengusaha wajib membayar tunjangan hari raya (THR) kepada kalangan
              karyawannya, sesuai dengan aturan yang berlaku.





















                                                           278
   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284