Page 283 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 283
Judul Bos Kadin Bela Pengusaha yang Tak Kuat Bayar THR, Namun tak Bisa
Apa-apa, Hanya Bisa Pasrah Menunggu Sanksi
Nama Media bizlaw.id
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://bizlaw.id/read/41081/Bos-Kadin-Bela-Pengusaha-yang-Tak-
Kuat-Bayar-THR-Namun-tak-Bisa-Apa-apa-Hanya-Bisa-Pasrah-
Menunggu-Sanksi
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-05-08 11:11:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Anton J. Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) Terserah pemerintah, kan katanya ada
sanksi. Silakan saja pemerintah yang urus karena ini sudah di luar kemampuan kami
negative - Anton J. Supit (Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial) SE Menaker menyebutkan bahwa tidak
memberikan peluang bagi yang tidak mampu. Itu hanya menekankan, bagi yang mampu minimal
1 minggu sebelum Lebaran harus bayar. Yang tidak mampu harus lapor ke pemda, tapi paling
lambat 1 hari sebelum Lebaran harus bayar. Jadi tidak ada kata lain, harus bayar
positive - Said Iqbal (Presiden KSPI) THR di swasta merupakan kebahagiaan. Pada saat itu
belanja meningkat, purchasing power meningkat maka konsumsi pasti meningkat di tengah
pandemi ini
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Ya orang marah lah, Anda perusahaan Tbk, Anda sudah
dapat stimulus, Anda udah dapat keringanan, tapi begitu pembayaran THR belum dibayar. Anda
umumkan tiba-tiba perusahaan enggak mampu. Ini tentang keadilan sih
negative - Said Iqbal (Presiden KSPI) Ada perusahaan tahun lalu belum lunas, masa ini mau
dicicil lagi? Bayar THR Rp 50 ribu ya marah lah orang
neutral - Said Iqbal (Presiden KSPI) Saya rasa itu sangat fairness, kalau hari ini PT Pan Brothers
belum bayar THR puluhan ribu
Ringkasan
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J.
Supit mengakui pengusaha di sejumlah sektor masih kesulitan untuk bisa membayar Tunjangan
Hari Raya (THR) penuh bagi para karyawannya. Dia pun mengaku pasrah jika nantinya ada
282

