Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 48

Presiden  Asosiasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  Mirah  Sumirat,  Minggu  (9/5/2021),  mengatakan,
              masih banyak perusahaan yang enggan membuka laporan keuangan dalam perundingan dengan
              pekerja.

              Hal ini terjadi bukan hanya pada pembayaran tunjangan hari raya (THR), tetapi pada kasus lain,
              seperti saat perundingan kenaikan upah atau bonus tahunan. "Kalau perusahaan mau membuka
              dan  menjalankan  hubungan  industrial  sehat,  buruh  amat  bersedia  dialog  dan  mencari  titik
              tengah," ujarnya.

              Menurut  dia,  kerap  ada  krisis  kepercayaan  antara  pihak  manajemen  perusahaan  dan  buruh.
              Manajemen menilai buruh tak mau memahami kondisi keuangan perusahaan, sementara buruh
              menilai manajemen tak beritikad baik karena tidak transparan tentang laporan keuangan.

              Jika  pola  hubungan  industrial  yang  tidak  sehat  seperti  itu  dipelihara,  dan  ketika  krisis
              kepercayaan mencapai titik ekstrem, semua penjelasan manajemen perusahaan bisa diragukan
              oleh pekerja.
              Persoalan ini juga disoroti oleh Ombudsman RI. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Keasistenan
              Pemeriksaan  VI  Ombudsman  Ahmad  Sobirin,  keengganan  perusahaan  untuk  transparan  soal
              keterbukaan  laporan  keuangan  jadi  masalah  klasik.  Ini  kerap  berulang  dalam  hubungan
              industrial. Akhirnya, buruh tidak mengetahui pasti kondisi yang dihadapi perusahaan.
              Sementara  itu,  tidak  adanya  mekanisme  untuk  membuktikan  ketidakmampuan  perusahaan
              terkait kondisi keuangan berpotensi membuat malaadministrasi dalam pencairan THR tahun ini.
              "Hal ini harus menjadi perhatian pengawas ketenagakerjaan dan harus dibuktikan secara valid
              oleh dinas ketenagakerjaan setempat," katanya.

              Pengaduan meningkat

              Menjelang tenggat pembayaran THR keagamaan, jumlah pengaduan ke Posko THR Kementerian
              Ketenagakerjaan naik. Periode 20 April sampai 6 Mei 2021, ada 1.569 laporan masuk, terdiri dari
              670 laporan konsultatif serta 889 laporan pengaduan.

              Pengaduan tahun ini meningkat dibandingkan dengan Lebaran 2020 sebanyak 410 laporan dan
              2019 sebanyak 251 laporan.

              Persoalan yang diadukan antara lain perusahaan sama sekali tak membayar THR, atau hanya
              membayar  sebagian,  membayar  bertahap  dengan  kesepakatan  atau  tanpa  kesepakatan,
              membayar THR bukan dalam bentuk uang.

              Direktur  Jenderal  Pembinaan  Pengawasan  Ketenagakerjaan  dan  Keselamatan  dan  Kesehatan
              Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang mengatakan, jika perundingan bipartit
              tidak mencapai kesepakatan, mediator dari dinas ketenagakerjaan setempat turun tangan. Jika
              kesepakatan  tak  dijalankan  dan  THR  tidak  dibayar,  pengawas  memberi  peringatan  dan
              merekomendasikan sanksi administratif.

              Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anton Supit mengatakan, beberapa
              perusahaan masih enggan transparan karena sifat laporan keuangan internal bersifat rahasia.
              "Ada hal-hal yang memang tidak bisa dibuka," katanya.

              Kendati demikian, perundingan bipartit merupakan kesempatan untuk membangun rasa percaya
              antara manajemen dan pekerja. "Pada dasarnya, kalau hubungan pekerja dan pengusaha terjaga
              baik, masalah seperti THR pasti bisa dibicarakan baik-baik," ujar Anton. (AGE)






                                                           47
   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53