Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 51

Pemerintah mewajibkan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran dibayarkan tepat waktu. J ika telat
              bayar, sanksi menanti. Sebagian pengusaha cuma bisa pasrah dengan kebijakan tersebut. WAKIL
              Ketua  Umum  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  Indonesia  Bidang  Ketenagakerjaan  dan
              Hubungan Industrial Anton J Supit mengungkapkan, banyak pengusaha di sejumlah sektor masih
              kesulitan membayar 11IR untuk para karyawan. Pasalnya, perusahaan masih terdampak Covid-
              19.



              PENGUSAHA CUMA BISA PASRAH

              THR Telat, Siap-siap Sanksi Menanti

              Pemerintah mewajibkan Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran dibayarkan tepat waktu. J ika telat
              bayar, sanksi menanti. Sebagian pengusaha cuma bisa pasrah dengan kebijakan tersebut.
              WAKIL Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan
              Hubungan Industrial Anton J Supit mengungkapkan, banyak pengusaha di sejumlah sektor masih
              kesulitan membayar 11IR untuk para karyawan. Pasalnya, perusahaan masih terdampak Covid-
              19.

              "Terserah pemerintah kalau ada sanksi. Silakan saja pemerintah yang urus, karena ini sudah di
              luar kemampuan kami." kata Anton.

              Menurut  dia,  keputusan  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  terkait  pembayaran  THR
              karyawan  tahun  ini  tidak  memberi  kesempatan  bagi  perusahaan  yang  masih  lesu.  Misalnya,
              sektor perhotelan, transportasi, hingga Usaha Mikro. Kecil Dan Menengah (UMKM).

              "Ini  juga  bukan  kesalahan  perusahaan,  tapi  force  majeure.  Ini  keadaan  tidak  normal  tapi
              dipaksakan supaya melakukan hal normal." keluh Anton.

              Dalam  aturan  itu,  kata  Anton,  pemerintah  memberikan  kelonggaran  bagi  perusahaan  yang
              terdampak Covid-19 dan tidak mampu memberikan THR 2021 sesuai dengan waktu yang telah
              ditentukan, dengan melakukan dialog dengan pekerja. Kemudian, hasil dialog tersebut harus
              dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat.

              Namun,  pengusaha  tetap  harus  membayar  TI  IR  paling  lambat  sehari  sebelum  hari  raya
              keagamaan. Jika terlambat, ada sanksi yang dibebankan kepada pengusaha.

              Menurut dia, Surat Edaran Menaker tidak memberi peluang bagi yang tidak mampu.

              "Hanya menekankan, bagi yang mampu minimal satu ming-gu sebelum Lebaran harus bayar,
              yang tidak mampu harus lapor ke Pemda. Tapi paling lambat satu hari sebelum Lebaran harus
              bayar. Jadi tidak ada kata lain, harus bayar," jelas Anton.

              Sementara.  Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apin-do)  Hariyadi  Sukamdani
              mengatakan. sejauh ini pemerintah cukup ///melihat permasalahan yang dialami pengusaha.

              Karena dampak pandemi yang nggak kelar-kelar, wajar jika ada pengusaha yang menangguhkan
              pembayaran THR pekerjanya untuk sementara waktu.
              "Sejauh ini nggak ada masalah ya, nggak ada gejolak juga. Karena secara internal diselesaikan
              secara  bipatrit.  Tercapai  kesepakatan  antara  pengusaha  dan  pekerja,"  kata  Hariyadi  kepada
              Rakyat Merdeka, kemarin.

              Menurut dia, tidak ada pengusaha yang ingin menunda pembayaran THR pekerjanya. Dalam
              kondisi  normal,  sanksi  bagi  pengusaha  tersebut  sah-sah  saja.  Tapi,  dalam  kondisi  yang  tak

                                                           50
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56