Page 520 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 MEI 2021
P. 520

POSKO THR KEMNAKER TERIMA 899 ADUAN HINGGA H-7 LEBARAN

              Posko Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 Kementerian Ketenagakerjaan mencatat,
              ada 1.569 laporan yang masuk di Posko THR selama kurun waktu 20 April sampai dengan 6 Mei
              2021. Jumlah tersebut terdiri dari 670 konsultasi THR dan 899 pengaduan THR.

              Ada berbagai kategori sektor usaha yang masuk dalam laporan posko THR 2021 di antaranya
              adalah  ritel,  jasa  keuangan  dan  perbankan,  konstruksi,  manufaktur,  migas,  alat  kesehatan,
              industri makanan dan minuman, dan lainnya.

              "Beberapa permasalahan pembayaran THR yang diadukan antara lain THR tidak dibayar sama
              sekali, dibayar sebagian, dibayar bertahap dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan, dibayar
              bukan dalam bentuk uang, dan perusahaan tidak mampu karena terdampak pandemi COVID-
              19," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Jumat (7/5).

              Sementara  itu,  Sekjen  Kemnaker,  Anwar  Sanusi,  mengatakan  Kemnaker  mengerahkan
              Pengawas  Ketenagakerjaan  yang  berada  di  tingkat  pusat  dan  daerah  untuk  mengawasi
              pelaksanaan pembayaran THR. "Kita langsung menindaklanjuti pengaduan dalam Posko THR
              secara periodik, kemudian langsung berkoordinasi dengan dinas-dinas ketenagakerjaan untuk
              memerintahkan  pengawas  ketenagakerjaan  melakukan  pemeriksaan  pelaksanaan  THR,"  kata
              Sekjen Anwar.
              Bahkan tadi pagi, Ditjen Binwasnaker dan K3 telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala
              Dinas Ketenagakerjaan, Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator di seluruh Indonesia melalui
              virtual untuk mengkoordinasikan langkah-langkah penegakan hukum pelaksanaan THR.

              Sanksi Denda 5 Persen Bagi Perusahaan yang Telat Bayarkan THR Dia mengingatkan terdapat
              denda bagi pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan sebesar 5 persen dari total
              THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.

              Disamping itu, Sekjen Anwar mengimbau bagi perusahaan yang terdampak COVID-19 dan tidak
              mampu  memenuhi  pembayaran  THR,  didorong  untuk  melakukan  dialog  untuk  pelaksanaan
              pembayaran THR keagamaan dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan.

              Sekjen Anwar juga mengingatkan Pengawas Ketenagakerjaan di setiap provinsi, jika terdapat
              perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR tujuh hari sebelum hari raya, maka harus ada
              kesepakatan tertulis bipartit antara pengusaha dan pekerja untuk jangka waktu pembayarannya.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis juga harus didukung dengan bukti laporan keuangan
              2 tahun terakhir dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan dengan syarat paling lambat
              dibayar sehari (H-1) sebelum Hari Raya Lebaran.

              "Dalam hal THR keagamaan tidak dibayar sesuai kesepakatan dan atau kesepakatan pembayar
              THR di bawah ketentuan perundang-undangan, maka pengawas akan melakukan pengawasan
              pelaksanaan pembayaran THR, berupa nota pemeriksaan sampai dengan rekomendasi kepada
              pejabat berwenang pada kementerian/lembaga atau daerah setempat untuk pengenaan sanksi
              administratifnya," jelas Sekjen Anwar.

              Reporter: Tira Santia Sumber: Liputan6 [bim].










                                                           519
   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525