Page 187 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 187

ALHAMDULILLAH, MENAKER TERBITKAN SURAT EDARAN THR KEAGAMAAN 2021,
              THR WAJIB DIBAYAR PENUH
              BERITA KBB -Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021  bagi  Pekerja  /Buruh  di  Perusahaan.  SE  Pelaksanaan  THR  ini  ditujukan  kepada  para
              Gubernur di seluruh Indonesia.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja / buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja / buruh merupakan upaya
              untuk  memenuhi  kebutuhan  pekerja  /  buruh  dan  keluarganya  dalam  merayakan  hari  raya
              keagamaan. Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus
              konsumsi  masyarkat  yang  mendorong pertumbuhan  ekonomi,"  kata  Menaker  Ida  di  Jakarta,
              pada Virtual Konferensi Pers tentang THR Tahun 2021 di Jakarta, hari Senin 12 April 2021.

              Dalam surat edaran tersebut, Menaker menyatakan bahwa SE pelaksanaan THR berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja
              /Buruh di Perusahaan.

              Menaker meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling lama
              7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja / buruh yang bersangkutan," jelas Menaker.

              Adapun dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja / buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

              THR  Keagamaan  juga  diberikan  kepada  pekerja  /  buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja
              dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu
              tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja / buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              Sementara  bagi  pekerja  /  buruh  yang  telah  mempunyai  masa  kerja  1  bulan  secara  terus
              menerus,  tetapi  kurang  dari  12  bulan,  THR  diberikan  secara  proporsional  sesuai  dengan
              perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun  bagi  pekerja  /  buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
              Sedangkan bagi pekerja / buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah
              1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-
              19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang
              ditentukan  dalam  peraturan  perundang-undangan,  Menaker  Ida  meminta  Gubernur  dan
              Bupati/Wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog
              dengan pekerja / buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan
              dan dengan itikad baik.






                                                           186
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192