Page 414 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 414
tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau
Buruh di Perusahaan.
Keputusan ini berbeda dengan tahun lalu saat pemerintah memberikan keringanan dengan
membolehkan THR bisa dicicil. Tahun ini pemerintah juga meminta agar THR dibayarkan secara
penuh.
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai, pemberian THR ini bisa jadi angin segar bagi
perekonomian daerah. Pasalnya, adanya keputusan pelarangan mudik bakal membuat daerah
yang biasanya semarak oleh banyaknya pemudik, kini terancam lesu.
Dengan dibayarkannya THR tahun ini, para pekerja tetap bisa berkirim uang ke kampung
halaman, kendati tidak bisa hadir secara fisik untuk merayakan lebaran di kampung.
"Meskipun ada larangan mudik, setidaknya THR digunakan untuk membiayai sanak saudara yang
ada di kampung halaman, bisa transfer uang. Sehingga di daerah pun ada dampak pertumbuhan
daya beli masyarakat," ujar Bhima kepada, Senin (12/4).
Selain itu, kata Bhima, penyaluran THR sendiri juga bakal berdampak positif terhadap para
pengusaha. Sebab perputaran uang di sektor konsumsi rumah tangga, menurutnya akan kembali
ke pengusaha dalam bentuk peningkatan omzet.
Sejumlah indikator perekonomian pun saat ini mendukung untuk bisa dibayarkannya THR secara
penuh. Mulai dari PMI manufaktur yang sudah berada di atas angka 50, hingga target
pertumbuhan ekonomi 5 persen di 2021.
"Dengan adanya kenaikan pendapatan masyarakat di momentum lebaran, yang dibelanjakan
pekerja dan keluarganya ini akan kembali menjadi keuntungan omzet pengusaha. Itu bentuk riil
sebenarnya dari perputaran uang, di mana THR yang full ujungnya menguntungkan pelaku
usaha," sambungnya.
Ekonom Syariah Universitas Indonesia, Yusuf Wibisono, juga menyatakan pendapat senada.
Keputusan untuk mencairkan THR ini bakal memberikan multiplier effect terhadap
perekonomian.
"Di tengah krisis ini pembayaran THR jelas akan sangat berarti untuk pekerja. Daya beli
meningkat, t-nya akan signifikan terutama bagi usaha mikro yang dominan menjual dan melayani
pekerja kelas bawah," pungkas Yusuf Wibisono.
413

