Page 412 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 412

Ida  mengatakan,  hal  ini  mengingat  sejak  pandemi  Covid-19  pemerintah  telah  memberikan
              berbagai bentuk dukungan kepada pengusaha untuk mengatasi dampak Covid-19.
              "Diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar THR secara penuh dan tepat waktu
              kepada para pekerja atau buruh," kata Ida dalam konferensi virtual, Senin (12/4/2021).

              Ida menjelaskan, dalam keputusan yang diambil, Kemenaker telah melakukan diskusi dengan
              lembaga kerja sama tripartit nasional, tim kerja Dewan Pengupahan Nasional, serta komunikasi
              yang instens dengan pengusaha, serikat pekerja, serikat buruh untuk menjalin kesepahaman
              dalam pemberian THR keagamaan tahun 2021.

              Kebijakan ini berbeda dengan tahun lalu.

              Pada 2020, Kemennaker menerbitkan SE Menaker Nomor 6 tahun 2020 berupa kelonggaran bagi
              perusahaan yang tidak mampu membayar THR keagamaan pada waktu yang ditentukan sesuai
              ketentuan peraturan perundang-undangan.

              Adapun pertimbangannnya saat itu adalah kelangsungan usaha dan kebutuhan pekerja atau
              buruh  atas  pemenuhan  pembayaran  THR.  Ida  mengatakan,  saat  ini  pemerintah  melakukan
              banyak hal. Roda perekonomian sudah mulai bergerak, kegiatan ekonomi nasional sudah mulai
              membaik kembali.

              Jumlah THR yang Diberikan untuk Pekerja Besarnya THR sebagaimana diatur dalam pasal 3 ayat
              1 Permenaker No.6/2016 ditetapkan sebagai berikut: Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa
              kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.

              Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12
              bulan diberikan secra proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12
              x 1 (satu) bulan upah.
              BAGAIMANA CARA MENGHITUNG THR ? Dikutip dari gajimu.com, Untuk lebih jelas mengenai
              perhitungan THR, berikut Gaji berikan beberapa contoh kasus : 1. Contoh Kasus I Aliya telah
              bekerja sebagai karyawan di PT. B selama 5 tahun, Aliya mendapat upah pokok sebesar Rp.
              4.000.000,  tunjangan  anak  Rp.  450.000,  tunjangan  perumahan  Rp.  200.000,  tunjangan
              transportasi dan makan Rp. 1.700.000. Berapa THR yang seharusnya didapa oleh Aliya? Jawaban
              : Rumus untuk menghitung THR bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan adalah
              1 x Upah/bulan. Upah disini adalah jumlah gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

              Gaji  Pokok  :  Rp.  4.000.000  Tunjangan  Tetap  :  Rp.  450.000  +  Rp.  200.000  ;  Rp.  650.000
              Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap, karena tunjangan tersebut
              diberikan secara tidak tetap (tergantung kehadiran).

              Jadi, perhitungan THR yang berhak didapat oleh Aliya adalah sebagai berikut : 1 x (Rp. 4.000.000
              + Rp. 650.000) = Rp. 4.650.000 2. Contoh Kasus II Budi telah bekerja sebagai karyawan kontrak
              di PT. X selama 7 bulan. Budi mendapat upah pokok sebesar Rp 2.500.000 ditambah, tunjangan
              jabatan Rp 300.000 dan tunjangan transportasi Rp 500.000 dan tunjangan makan Rp. 500.000.
              Berapa THR yang bisa didapat Budi? Jawaban : Rumus untuk menghitung THR bagi pekerja yang
              mempunyai  masa  kerja  3  bulan  secara  terus  menerus  tetapi  kurang  dari  12  bulan  adalah
              Perhitungan masa kerja/12 x Upah 1 bulan (gaji pokok + tunjangan tetap) Gaji Pokok : Rp.
              2.500.000  Tunjangan  Tetap  : Tunjangan  Jabatan  :  Rp.  300.000  Tunjangan  transportasi dan
              makan merupakan tunjangan tidak tetap, karena tunjangan tersebut diberikan secara tidak tetap
              (tergantung kehadiran).

              Jadi, perhitungan THR yang berhak Budi dapatkan adalah : 7/12 x (Rp. 2.500.000 + Rp. 300.000)
              = Rp. 1.633.333.(*).


                                                           411
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417