Page 411 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 411
THR TAHUN INI WAJIB DIBAYARKAN PENUH, INI SANKSI DAN DENDANYA BAGI
PERUSAHAAN YANG TELAT BAYAR THR
BANGKAPOS.COM- Peringatan bagi perusahaan yang telat memenuhi kewajibannya membayar
Tunjangan Hari Raya (THR) ke pekerja pada tahun ini. Pemerintah akan memberikan denda dan
sanksi kepada perusahaan atau pengusaha yang telat membayarkan THR 2021 secara penuh
sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dikutip dari kompas.com, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pembayaran THR
paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.
"Terkait denda, pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan kepada pekerja atau
buruh dikenai denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas
waktu kewajiban pengusaha untuk membayar," ujar Ida dalam konferensi pers secara virtual,
Jakarta, Senin (12/4/2021).
Terkait dengan sanksi administratif, Ida menjelaskan, bagi perusahaan yang tidak membayar
THR keagamaan kepada pekerja atau buruh dalam waktu yang ditentukan paling lambat tujuh
hari sebelum hari keagamaan, akan dikenakan sanksi administratif berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan Pasal 9 ayat 1 dan 2.
"Sanksi administratif tersebut berupa, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian
sementara sebagaian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha," kata dia.
Ida menegaskan, semua sanksi administratif dan denda kepada pengusaha yang tidak
membayarkan THR tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atau keterlambatan pembayaran
THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Meski begitu, pemerintah tak menutup pintu dialog.
Bagi pengusaha yang tidak mampu membayarkan THR bagi para pekerjanya sesuai waktu yang
ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, Ida meminta gubernur dan bupati/wali kota
agar memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh
untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.
"Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR keagamaan
dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum hari raya keagamaan tahun 2021
pekerja/buruh yang bersangkutan," kata Ida dalam virtual konferensi, Senin (12/4/2021).
Ida mengatakan, kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan tersebut harus
dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
tahun 2021 kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
kesepakatan kepada dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
ketenagakerjaan setempat," ucap Menaker.
Ida juga meminta kepada perusahaan agar dapat membuktikan ketidakmampuan membayar
THR keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan berdasarkan laporan keuangan
internal perusahaan secara transparan.
Namun, bila tetap tidak mampu membayarkan THR sesuai dengan aturan yang berlaku,
perusahaan akan dikenakan denda. Wajib Diberikan Secara Penuh Menteri Ketenagakerjaan Ida
Fauziyah melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan M/6/HK.04/IV/2021 mewajibkan para
pengusaha untuk melakukan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2021
secara penuh, atau tanpa dicicil.
410

