Page 500 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 500

bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemik  COVID-19,  akan  diberikan  kelonggaran
              pembayaran THR hingga H-1 Idul Fitri dari yang seharusnya H-7.
              Perusahaan juga harus melaporkan keuangan mereka dalam dua tahun terakhir sebelum H-7
              pemberian THR.

              "Kalau ada perusahaan yang tidak memiliki kemampuan membayar maka dia harus melaporkan
              pembicaraan bipartit kepada Dinas Ketenagkerjaan sebelum H-7 (Idulfitri). Karena kelonggaran
              hanya sampai H-1 hari raya," kata Ida dalam konferensi pers, Senin (12/4/2021).

              Dalam  konferensi  pers  tersebut,  Ida  menjelaskan  ada  sejumlah  denda  dan  sanksi  bagi
              perusahaan yang telat dan tidak membayarkan THR untuk karyawannya.

              1. Denda 5 persen jika perusahaan terlambat membayar THR Menaker Ida memberi sambutan
              pada acara Raker Satgas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang digelar pada 18-20
              November/Dok. Kemnaker Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
              Pasal 62 tentang pengupahan, Ida menjelaskan bahwa ada denda 5 persen bagi pengusaha yang
              terlambat membayar dan/atau tidak membayar THR.

              "Terkait denda, pengusaha yang terlambat bayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh
              dikenakan denda 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas waktu
              kewajiban pengsuaha untuk membayar," kata Ida.

              Dalam  PP  tersebut  dijelaskan,  pengenaan  denda  tidak  menghilangkan  kewajiban  pengusaha
              untuk  tetap  membayar THR kepada pekerja.  Artinya THR  wajib dibayarkan  disertai  denda  5
              persen.

              2. Sejumlah sanksi menanti perusahaan yang tidak membayar THR pekerja Ilustrasi Uang Rupiah
              (IDN  Times/Hana  Adi  Perdana)  Pemerintah  juga  memberlakukan  sanksi  adminstratif  bagi
              perusahaan yang tidak membayarkan THR kepada pekerja. Aturan itu tertuang dalam BAB XIII
              Sanksi Adminstratif Pasal 79.

              "Pengusaha  yang  tidak  membayar  THR  keagamaan  kena  sanksi  berupa  teguran  tertulis,
              pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian alat produksi dan pembekuan
              kegiatan usaha," ujar Ida.

              Pasal 79 menjelaskan, pengenaan sanksi administratif dilakukan secara bertahap. Untuk teguran
              tertulis, merupakan peringatan tertulis atas pelanggaran yang dilakukan oleh Pengusaha.
              Pembatasan  kegiatan  usaha  meliputi:  Pembatasan  kapasitas  produksi  barang  dan/atau  jasa
              dalam waktu tertentu; dan/atau Penundaan pemberian izin usaha di salah satu atau beberapa
              lokasi bagi Perusahaan yang memiliki proyek di beberapa lokasi.

              Ketiga,  penghentian  sementara  sebagian  atau  seluruh  alat  produksi  dalam  waktu  tertentu.
              Terakhir, pembekuan kegiatan usaha berupa tindakan menghentikan seluruh proses produksi
              barang dan/atau jasa di Perusahaan dalam waktu tertentu.

              Youtube IDN Times Untuk memastikan seluruh pekerja mendapat THR dari perusahaan tempat
              mereka  bekerja,  Kemenaker  meminta  seluruh  Pemerintah  Daerah  untuk  mengawasi  dan
              menegakkan hukum jika terjadi pelanggaran pembayaran THR 2021. Kemenaker bahkan telah
              membentuk  Satuan  Tugas  Pelayanan  Konsultasi  dan  Penegakan  Hukum  Pelaksanaan
              Pembayaran THR 2021 di pusat.
              "Maka diminta ke Pemda untuk menegakkan hukum sesuai kewenangan terhadap pelanggaran
              pembayaran THR 2021 dengan memperhatikan rekomendasi hasil pemeriksaan ketenagakerjaan
              dan melaporkan ke Kemenaker," papar Ida.

                                                           499
   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504   505