Page 503 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 503
Judul Pengusaha Wajib Bayar THR Penuh, Paling Lambat H-7 Lebaran
Nama Media yogya.inews.id
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://yogya.inews.id/berita/pengusaha-wajib-bayar-thr-penuh-paling-
lambat-h-7-lebaran
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-04-12 16:08:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021
tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6 tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di
perusahaan, pemberian THR merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
kepada pekerja
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) THR Keagamaan diberikan kepada
pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian
kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan
perjanjian kerja harian, ada hitungannya tersendiri
Ringkasan
Perusahaan wajib membayar penuh tunjangan hari raya (THR). Pembayaran dilakukan maksimal
tujuh hari sebelum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Terkait pembayaran THR tahun ini,
Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor
M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE ini diterbitkan mengacu Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 36 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomo 6 tahun 2016.
PENGUSAHA WAJIB BAYAR THR PENUH, PALING LAMBAT H-7 LEBARAN
Perusahaan wajib membayar penuh tunjangan hari raya (THR). Pembayaran dilakukan maksimal
tujuh hari sebelum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri.
Terkait pembayaran THR tahun ini, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah menerbitkan
Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari
Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE ini diterbitkan mengacu
502

