Page 502 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 502

Kendati  demikian,  dia  mengimbau  perusahaan  mengajak  karyawan  berunding  apabila  tidak
              memiliki kemampuan untuk membayarkan THR, dengan memaksimalkan fungsi bipartit.
              "Kepada  para  pengusaha  saya  berharap  dapat  memaksimalkan  fungsi  bipartit  di  dalam
              perusahaan,  apabila  dirasa  ada  kesulitan  keuangan  di  perusahaan  dalam  rangka  memenuhi
              kewajiban kepada pekerja," kata Diana.

              Dia  berharap, para  pekerja  juga  tidak  memaksakan  pembayaran  THR  secara  penuh,  apabila
              perusahaan memang tidak dalam kondisi baik.

              "Saya berharap kondisi ini dapat kita maklumi bersama," tutur Diana.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  melalui  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan
              M/6/HK.04/IV/2021  mewajibkan  para  pengusaha  untuk  melakukan  pembayaran  THR
              keagamaan tahun 2021 secara penuh, atau tanpa dicicil.
              Ida menjelaskan, dalam keputusan yang diambil, Kemenaker telah melakukan diskusi dengan
              lembaga kerja sama tripartit nasional, tim kerja Dewan Pengupahan Nasional, serta komunikasi
              yang instens dengan pengusaha, serikat pekerja, serikat buruh untuk menjalin kesepahaman
              dalam pemberian THR keagamaan tahun 2021.

              Kebijakan  ini  berbeda  dengan  tahun  lalu.  Pada  2020,  Kemennaker  menerbitkan  SE Menaker
              Nomor 6 tahun 2020 berupa kelonggaran bagi perusahaan yang tidak mampu membayar THR
              keagamaan pada waktu yang ditentukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
              Adapun pertimbangannnya saat itu adalah kelangsungan usaha dan kebutuhan pekerja atau
              buruh atas pemenuhan pembayaran THR.

              Ida mengatakan, saat ini pemerintah melakukan banyak hal. Roda perekonomian sudah mulai
              bergerak, kegiatan ekonomi nasional sudah mulai membaik kembali.






































                                                           501
   497   498   499   500   501   502   503   504   505   506   507