Page 651 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 651
Fitri 2021 akibat dampak pandemi Covid-19 bisa mendapat kelonggaran. Tentunya sesuai
dengan kesepakatan bersama buruh atau pekerja.
Hal ini diatur dalam Surat Edaran Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang
dikeluarkan per 12 April 2021 dan ditujukan kepada para kepala daerah.
PENGUSAHA BISA BAYAR THR H-1, TAPI WAJIB BUKA LAPORAN KEUANGAN
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, perusahaan yang
tidak mampu membayar Tunjangan Hari Raya ( THR ) Keagamaan secara tepat waktu pada H-
7 Idul Fitri 2021 akibat dampak pandemi Covid-19 bisa mendapat kelonggaran. Tentunya sesuai
dengan kesepakatan bersama buruh atau pekerja.
Hal ini diatur dalam Surat Edaran Menaker RI Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang
dikeluarkan per 12 April 2021 dan ditujukan kepada para kepala daerah.
"Pengusaha yang tidak mampu membayar THR Keagamaan agar melakukan dialog dengan
pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan," ungkap Ida Fauziyah dalam acara konferensi
pers tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021, Senin (12/4/2021).
Ida bilang, bahwa kesepakatan yang dicapai dengan dialog birpartit sendiri harus dilaksanakan
secara kekeluargaan. Kemudian harus disertai itikad baik antara kedua belah pihak.
"(Hasil) kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR dengan paling
lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021 atau H-1," imbuhnya.
Dia menambahkan, kesepakatan itu sendiri harus dilakukan berdasarkan laporan keuangan
internal perusahaan yang transparan. "Laporan keuangan perusahaan yang benar adalah dua
tahun terakhir," terangnya.
Selain itu, kesepakatan ini dipastikan tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk
membayar THR Keagamaan tahun 2021 kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan. Sehingga buruh tetap menerima haknya untuk
mendapatkan THR Keagamaan secara utuh.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan skema pembayaran Tunjangan
Hari Raya ( THR ) Keagamaan 2021 dilakukan secara penuh dan tepat waktu.
Mengingat pemberian THR merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja atau buruh
dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.
"Momen keagamaan ini tidak hanya ditunggu umat Islam untuk beribadah selama sebulan
penuh, namun juga yang ditunggu THR Keagamaan. Saya kira juga dinanti oleh teman-teman
buruh dan pekerja di tanah air untuk memenuhi kebutuhan para pekerja dan keluarganya dalam
merayakan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah," ungkapnya dalam acara konferensi pers tentang
Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021, Senin (12/4).
Menaker Ida bilang, keputusan untuk merestui pembayaran THR tahun ini dilakukan secara
penuh lantaran pemerintah telah berupaya maksimal dalam memberikan berbagai insentif
terhadap pelaku usaha selama pandemi Covid-19 berlangsung.
"Sebagaimana kita ketahui bersama pemerintah sudah memberikan dalam berbagai bentuk
dukungan kepada pengusaha untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19," ucapnya.
650

