Page 711 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 711

M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
              Surat edaran pemberian THR ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.



              ISI LENGKAP SURAT EDARAN PEMBERIAN THR 2021, PENGUSAHA WAJIB BAYAR
              THR KE PEKERJA

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyampaikan Tunjangan Hari Raya (THR)
              2021 wajib diberikan pada pekerja atau buruh.

              Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Surat edaran pemberian THR ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada  pekerja  atau  buruh,"  ujarnya  di  Jakarta,  Senin  (12/4/2021),  dikutip  dari  laman
              Kemnaker.go.id.

              "Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja atau buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan." "Secara khusus,
              dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarakat yang
              mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Ida.

              SE  pelaksanaan  THR  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Menaker meminta perusahaan agar waktu pembayaran THR Keagamaan dilakukan paling lama
              tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum hari
              raya keagamaan pekerja atau buruh yang bersangkutan," jelasnya.
              Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa
              kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.

              THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja
              dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu
              tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara
              terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar satu bulan upah.

              Sementara, bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus
              menerus,  tetapi  kurang  dari  12  bulan,  THR  diberikan  secara  proporsional  sesuai  dengan
              perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali satu bulan upah.

              Adapun bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.






                                                           710
   706   707   708   709   710   711   712   713   714   715   716