Page 709 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 709

Surat  edaran  tentang  pelaksanaan  THR  ini  pun  ditujukan  untuk  para  gubernur  yang  ada  di
              seluruh Indonesia.
              Dilansir  Kemnaker.go.id,  Ida  Fauziyah  mengatakan  pemberikan  THR  Keagamaan  merupakan
              kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha bagi pekerja.

              Selain itu, pemberian THR ini juga akan menstimulus konsumsi masyarakat serta mendorong
              pertumbuhan ekonomi.

              "Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan." "Secara khusus, dalam
              masa  pemulihan  ekonomi  ini,  THR  tentu  dapat  menstimulus  konsumsi  masyarkat  yang
              mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menaker Ida pada Virtual Konferensi Pers tentang THR
              Tahun 2021 di Jakarta, Senin (12/4/2021).

              SE pelaksanaan THR dibuat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang
              Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Ida pun menegaskan, untuk THR 2021 wajib untuk dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum
              hari raya keagamaan pekerja/butuh yang bersangkutan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," tegas Ida.
              Ketentuan Pembayaran THR Berikut ini adalah ketentuan pembayaran THR Keagamaan bagi
              para pekerja/buruh: 1. Penerima THR THR Keagamaan akan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang sudah menjalani masa kerja satu bulan secara terus-menerus atau lebih.

              Selain itu THR Keagamaan juga akan diberikan kepada pekerja/buruh yang empunyai hubungan
              kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja
              waktu tertentu.

              2. Besaran THR Untuk besaran jumlah THR, bagi pekerja yang sudah bekerja selama 12 bulan
              secara terus menerus ketentuannya adalah sebesar satu bulan upah.

              Sementara untuk pekerja/buruh yang telah bekerja selama satu bulan secara terus menerus,
              tapi kurang dari dua bulan.

              Maka THR diberikan seusai perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali satu bulan
              upah.

              Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai
              masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima
              selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1
              bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.


              3.  Bagi  Perusahaan  yang  Masih  Terdampak  Pandemi  Untuk  perusahaan  yang  masih  terkena
              dampak  pandemi  Covid-19,  sehingga  berakibat  ketidakmampuan  dalam  pemberian  THR,
              Menaker Ida meminta Gubernur, Bupati/Wali Kota untuk turut memberikan solusi.

              Dengan mewajibkan pengusaha ini melakukan dialog dengan pekerjanya masing-masing agar
              tercapainya sebuah kesepakatan secara kekeluargaan dan itikad baik.

              (Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani).

                                                           708
   704   705   706   707   708   709   710   711   712   713   714