Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 OKTOBER 2019
P. 101
Title MINIMALISIR ISU PMI, KEMNAKER PERKUAT PERAN DAN TUGAS ATASE KETENAGAKERJAAN
Media Name suara.com
Pub. Date 29 Oktober 2019
https://www.suara.com/news/2019/10/29/154230/minimalisir-isu-pmi-kemna ker-
Page/URL
perkuat-peran-dan-tugas-atase-ketenagakerjaan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Berbagai isu atau permasalahan yang dihadapi oleh pekerja migran Indonesia (PMI)
di luar negeri diharapkan dapat diminimalisir secara signifikan. Sehubungan itu,
salah satu langkah yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)
adalah melakukan penguatan peran dan tugas Atase Ketenagakerjaan (Atnaker),
termasuk dengan pengaturan mekanisme pelaksanaan tugas dan fungsinya di
negara-negara penempatan.
Hal itu antara lain diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Binapenta dan PKK
Kemnaker, Aris Wahyudi, seusai penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama
bertema "Peningkatan PMI secara Nonprosedural, Tindak Pidana Perdagangan
Orang, Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Pekerja Migran dan
Penguatan Atnaker" yang diadakan di Jakarta, Senin (28/10/2019).
Aris mengatakan, sesuai UU Nomor 18 Tahun 2017, tugas perlindungan PMI selama
bekerja menjadi tanggung jawab perwakilan Republik Indonesia melalui Atnaker.
Oleh sebab itu, untuk meningkatkan perlindungan PMI selama bekerja, peran dan
tugas Atnaker di negara tujuan penempatan menjadi sangat signifikan.
"Dengan disahkannya UU 18 tahun 2017, peran Atnaker yang selama ini
dikonotasikan hanya mengurusi PMI dan kelembagaannya pun di bawah PPTKLN,
maka ke depan Atnaker ini menjadi wakil Kemnaker atau pemerintah di negara-
negara penempatan," kata Aris Wahyudi.
Lebih jauh, Aris mengemukakan data survei World Bank tahun 2016, yang antara
lain menunjukkan bahwa sebanyak 48% persen dari sekitar 9 juta PMI yang bekerja
ke luar negeri bekerja secara non-prosedural. Bahkan, mayoritas PMI tersebut
adalah perempuan yang notabene sangat rentan terhadap permasalahan.
"Oleh karenanya, penting bagi kita untuk memikirkan bersama, mencari solusi yang
tepat terkait isu yang menimpa PMI perempuan. Sebab nyatanya, tidak sedikit PMI
perempuan yang bekerja pada sektor rentan atau sebagai domestic workers," ujar
Aris.
"Munculnya kasus-kasus tindak perdagangan orang (TPO), pelecehan
seksual/eksploitasi, serta diskriminasi di tempat kerjanya selama ini, sesungguhnya
dapat diminimalisir, apabila upaya perlindungan yang berbasis gender perspektif
Page 100 of 141.

