Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 OKTOBER 2019
P. 83
Title DUNIA USAHA TENGAH SUSAH, BURUH DIMINTA TAK BERLEBIHAN MINTA KENAIKAN UMP
2020
Media Name merdeka.com
Pub. Date 29 Oktober 2019
Page/URL https://www.merdeka.com/uang/dunia-usaha-tengah-susah-buruh-diminta-ta k-
berlebihan-minta-kenaikan-ump-2020.html
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Pengusaha meminta buruh untuk tidak menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi
(UMP) yang terlalu tinggi. Sebab, kondisi ekonomi global saat ini tengah penuh
ketidakpastian.
"Buruh harus mengerti kondisi dunia usaha saat ini, jangan meminta berlebihan
lah," kata Ketua umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia DKI Jakarta
(HIPPI), Sarman Simanjorang saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (29/10).
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah
menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51
persen. Namun, rupanya angka tersebut dianggap belum pas oleh para buruh dan
menuntun besaran kenaikan sebesar 15 persen.
Sarman menilai, 8,51 persen merupakan angka yang ideal dan sesuai dengan
formula yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015
tentang Pengupahan.
Di tengah kondisi saat ini, lanjutnya, pengusaha masih dapat bertahan menjalankan
usahanya saja sudah cukup bagus. "Bertahan aja dengan kondisi saat ini sudah
bagus, ini harus disadari oleh teman-teman kita buruh," ujarnya.
Dia mengungkapkan, kenaikan 15 persen seperti yang dituntut oleh para buruh
akan memberatkan pengusaha selaku pemberi kerja. Dia menjelaskan, untuk
daerah DKI Jakarta dengan adanya kenaikan tersebut maka UMP nya akan menjadi
Rp 4.276.349 dari semula Rp 3.940.973.
"Jika buruh meminta kenaikan (UMP) sebesar 15 persen tentu sudah jauh melebihi
ketentuan dan kemampuan dunia usaha. Kami dari pelaku usaha itu tentu sesuatu
yang tidak mungkin karena naik 8,51 persen saja sudah berat apalagi kalau sampai
15 persen," tutupnya.
Page 82 of 141.

