Page 279 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 279
"Kami periksa secara maraton, ada tujuh saksi yang mengetahui peristiwa di tempat kejadian
perkara (TKP). Kami kombinasikan dengan bukti-bukti yang kami dapatkan dari hasil olah TKP,"
ujar Kholis.
Dasar pemeriksaan tersebut menggunakan dugaan dalam Pasal 359 Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana (KUHP).
Adapun bunyi Pasal 359 KUHP tersebut adalah "Barang siapa karena kesalahannya
(kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima
tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun."
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David
Kanitero menjelaskan wujud kealpaan tersebut, pertama R selaku mandor tidak berada di crane
yang dioperasikan oleh B yakni crane nomor QCC 02, tapi R pada saat kejadian ada di crane QCC
03 palka 3.
Saat itu, B meminta izin menggerakkan alat bongkar muat untuk memindahkan kontainer dari
Kapal Meratus KM Kariangau ke dermaga di jalur satu.
Kanitero mengatakan tidak ada kontainer yang terjatuh, seperti narasi yang viral di media sosial.
Tapi kejadiannya dari olah TKP bahwa sopir, truk pada lajur tiga ingin menghindari kendaraan
lain yang sudah pada jalurnya, kemudian membelokkan stir arah kiri.
Nahas, saat itu ada kontainer yang sedang proses bongkar muat kapal menuju tempat
sementara. Sehingga pada saat kontainer turun, truk menghantam kontainer.
"Jadi posisinya truk menghantam kontainer (bukan jatuh menimpa kontainer). Terkait kealpaan
bahwa pada saat menurunkan kontainer. Operator sudah minta izin kepada foreman (melalui
handytalkie). Dan dijawab (foreman) bahwa lalu lintas cukup padat. Tapi operator tetap
menurunkan kontainer sehingga terjadi kecelakaan kerja," ujarnya.
n Danial
278

