Page 284 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 284

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali itu pun mengusulkan kepada Menteri Tenaga Kerja Ida
              Fauziyah agar menerapkan mekanisme sehari kerja sehari di rumah.

              "Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di
              tempat  kerja.  Ini  juga  pada  prinsipnya  untuk  menghindari  para  pekerja/buruh  tersebut
              'dirumahkan'," ungkap Luhut.

              Namun demikian, agar perusahaan tidak menafsirkan WFH (bekerja dari rumah) tanpa upah bagi
              pekerja, Luhut mengingatkan kepada Menaker agar dibuat regulasi yang jelas.

              "WFH dan dirumahkan harap bikin saja dengan jelas, sehingga nanti bisa diterjemahkan melalui
              peraturan menteri atau surat edaran instruksi dari Mendagri. Jadi tidak ada penafsiran macam-
              macam," tegasnya.

              Selain itu, agar lebih mengoptimalkan pencegahan penularan COVID-19, ia mengusulkan agar
              jam  makan  siang  bagi  50  persen  pekerja  atau  buruh  yang  masuk  bekerja  diatur  agar  tidak
              bersamaan.  "Jadi  jangan  sampai  mereka  itu  makan  siang  bersama-sama,  menimbulkan
              kerumunan.  Intinya  jam  makan  diperhatikan,  jangan  sampai  bertemu  makan  bareng.  Saya
              serahkan ini ke Menaker Ida," tegas Luhut.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang
              ditujukan  kepada  seluruh  gubernur  untuk  mengimbau  kepada  pengusaha  atau  pemimpin
              perusahaan agar mengoptimalkan pelaksanaan SE NomorM/7/AS.02.02/V/2020.

              "Tidak  kalah  penting  tentang  rencana  keberlangsungan  usaha  dalam  menghadapi  pandemi
              Covid-19  dan  protokol  pencegahan  penularan  Covid-19  di  perusahaan.  Juga  agar  mematuhi
              PPKM Darurat," katanya, melansir Antara.

              Ida  menjelaskan  pengusaha  atau  pimpinan  perusahaan  juga  diimbau  agar  mendorong  dan
              memberikan  kesempatan  atau  memfasilitasi  pekerja/buruh  untuk  mengikuti  vaksinasi,  juga
              mengupayakan penyediaan masker, perlengkapan kesehatan secara rutin bagi pekerja/buruh
              serta mengoptimalkan sarana layanan kesehatan di perusahaan bila' sudah ada.


              "Bahkan  kami  juga  sampaikan  ke  perusahaan-perusahaan  jika  memungkinkan  untuk
              memberikan sarana isolasi mandiri jika ada pekerjanya yang terpapar COVID," ucapnya.

              Sammy






















                                                           283
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289