Page 289 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 289

PANDEMI KIAN MENGKHAWATIRKAN, CEGAH TKA TIONGKOK MASUK VIA MALUKU
              RAYA

              Kebijakan pemerintah yang masih mengizinkan masuknya tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok ke
              Indonesia masih menuai kritik keras. Pasalnya, hal ini masih saja terjadi meski penambahan
              kasus Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan setiap harinya.

              Direktur Maluku Crisis Center (MCC) Ikhsan Tualeka dalam keterangan resminya menegaskan,
              pemerintah  harus  bisa  mencegah  hal  ini  terjadi.  Khususnya,  TKA  Tiongkok  yang  masuk  via
              Maluku Raya.

              Hal ini ia sampaikan mengomentari ditemukannya TKA Tiongkok yang positif Covid-19 saat ia
              masuk ke Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. TKA yang bernama Cao Chang Qin
              tersebut tiba di Kota Bula pada Minggu, 4 Juli 2021. Padahal status Kota Bula dan Kabupaten
              Seram Bagian Timur saat ini merupakan zona hijau.

              Ikhsan mengatakan, hal ini bisa terjadi karena kebijakan yang masih memberikan ruang bagi
              masuknya TKA Tiongkok.

              "Ini  menunjukan  bahwa  pemerintah  Indonesia  nampak  mudah  didikte  dan  tak  bisa  berbuat
              banyak jika berhadapan dengan investor. Pemerintah Indonesia kerap terlihat kurang berdaulat
              dan tak punya pilihan jika sedang memenuhi tuntutan para investor, khususnya dari Tiongkok,"
              kata Ikhsan.

              Kedatangan para TKA ini juga ironis karena, menurut Ikhsan, saat ini banyak warga Maluku dan
              Maluku  Utara  yang  membutuhkan  pekerjaan.  "Saat  ini  WNI  sendiri  banyak  yang  terdampak
              Covid-19,  terutama  secara  ekonomi  lantaran  sebagian  perusahaan  dalam  negeri  terpaksa
              merumahkan para pekerjanya," tambah Ikhsan.

              Menurut Ikhsan, saat seperti ini seharusnya penanaman modal asing dapat bermanfaat untuk
              menciptakan lapangan pekerjaan bagi WNI dan tenaga kerja lokal, bukan untuk TKA.


              "Jika investasi asing justru mempekerjakan TKA, berarti investasi itu tidak memiliki added value
              atau nilai tambah," jelas Ikhsan yang juga pengamat politik dari IndiGo Network.

              Ikhsan  juga  mendesak  agar  pemerintah  Provinsi  Maluku  dan  Maluku  Utara  mengikuti  jejak
              Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sejak tahun lalu getol menolak
              masuknya TKA Tiongkok ke daerahnya di masa pandemi Covid-19.

              "Pemerintah  pusat  dan  juga  pemerintah  daerah  harus  bisa  mendengar  aspirasi  penolakan.
              Semua  itu  murni  sebagai  bagian  penting  dalam  penanggulangan  Covid-19,  juga  untuk
              memastikan  peluang  kerja  bagi  kelompok  usia  produktif  di  daerah  yang  semakin  meningkat
              seiring masuknya Indonesia di fase bonus demografi," tutup Ikhsan.











                                                           288
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294