Page 287 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 287

KSPI: SAAT INI ANCAMAN PHK SUDAH DI DEPAN MATA

              - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menanggapi adanya wacana
              mengenai perpanjangan PPKM Darurat selama 4 hingga 6 minggu ke depan. Dia mengatakan,
              pada prinsipnya KSPI setuju dengan PPKM darurat dengan pengaturan yang jelas dan tegas.

              Namun  demikian,  KSPI  meminta  pemerintah  juga  memastikan  agar  tidak  ada  pelanggaran
              terhadap hak-hak buruh. Karena tidak menutup kemungkinan dalam situasi PPKM darurat ini
              perusahaan melakukan PHK terhadap buruh.

              "Terus terang, saat ini ancaman adanya ledakan PHK sudah di depan mata. Karena saat ini sudah
              banyak  perusahaan  yang  mengajak  serikat  pekerja  berunding  untuk  membicarakan  program
              pengurangan karyawan," kata Said Iqbal, Rabu (14/7).

              Selain itu, sudah ada pekerja yang dirumahkan dan bisa dipastikan upahnya terancam akan
              dipotong. Buruh meminta agar pengusaha nakal yang melakukan PHK di tengah pandemi dan
              memotong upah buruh ditindak tegas.

              "KSPI meminta pelaksanaan PPKM darurat diikuti dengan perlindungan terhadap hak-hak buruh,"
              katanya.

              Secara bersamaan, KSPI juga menegaskan dukungannya terhadap vaksinasi yang dibiayai oleh
              negara  dalam  rangka  untuk  mempercepat  berakhirnya  pandemi  Covid-19.  Namun  demikian,
              KSPI  tidak  setuju  dengan  adanya  vaksinasi  berbayar  yang  bisa  dipastikan  akan  terjadi
              komersialisasi vaksin.

              Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah tingkat penularan covid-19 di
              klaster perusahaan. Di beberapa perusahaan, KSPI memperkirakan buruh yang terpapar Covid-
              19 angkanya mencapai 10 persen. Bahkan tidak sedikit buruh yang meninggal.

              "Persoalannya adalah, para buruh tidak mempunyai uang lebih untuk membeli vitamin dan obat-
              obatan saat isoman," kata Said Iqbal.

              [idr].




























                                                           286
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292