Page 282 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 282

Menurut  Erlangga, pemerintah  telah  abai  bagaimana  melindungi  hak  buruh  selama  pandemi
              karena selama ini tidak ada kemajuan. Selama ini, ketika ada pembatasan seperti PPKM Darurat,
              perusahaan memberlakukan sistem shifting di mana beberapa minggu masuk dan kemudian
              beberapa minggu libur.

              Kemudian pekerja dibayar ketika masuk sehingga penghasilan mereka banyak berkurang. Saat
              ini tidak ada langkah konkret bagaimana upaya pemerintah bisa menjamin hak buruh agar tidak
              dipotong sehingga pendapatan mereka tidak berkurang "Permohonan hak buruh tidak dipenuhi
              di  mana  buruh  dirumahkan  tanpa  kepastian  dan  bagaimana  mekanisme  upah  selama
              dirumahkan," tambahnya.


              Di samping itu, perlindungan bagi buruh karena kemungkinan terpapar COVID-19 sangat besar
              dan lebih tinggi dibanding kelompok lain. Apalagi penerapan prokes di dalam perusahaan sering
              tidak berjalan secara maksimal.

              Kepala  Disnaker  DIY,  Aria  Nugrahadi  menuturkan  selama  pandemi  COVID-19  dalam  hal
              ketenagakerjaan  mengacu  permenaker  yaitu  tentang  perlindungan  atas  hak  dari  pekerja.  Di
              mana di dalam Permenaker 2/2021 di mana mengatur kepatuhan pengusaha memberikan hak-
              hak pekerja seperti upah terutama padat karya.

              "Namun  terkait  upah  itu  dilakukan  secara  biparted  dan  harus  ditulis.  Di  samping  itu,  kami
              melakukan pengawasan dengan membuat sistem layanan aduan," tambahnya.

              Terkait Protokol kesehatan, Aria menandaskan hal tersebut merupakan bagian dari hal yang
              dilakukan dengan asesment di satgas masing-masing desa untuk menjamin keberlangsungan
              usaha tetap dilakukan. Dan percepatan vaksinasi pekerja di mana telah diajukan 30.000 dosis.







































                                                           281
   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287