Page 148 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 MARET 2021
P. 148
eksploitasi pekerja perempuan. Bahkan, sejak tiga tahun terakhir, Gapki telah bekerja sama
dengan serikat Organisasi Buruh Dunia (ILO) dan CNV International untuk melakukan
pendekatan peningkatan kualitas pekerja di sektor perkebunan sawit.
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, industri kelapa sawit merupakan industri
penting bagi perekonomian Indonesia terutama dari aspek tenaga kerja karena terdapat 4,45
juta pekerja langsung yang terlibat dalam perkebunan sawit.
Pemerintah seringkali malah menyebut angka 17 juta orang yang terlibat bekerja di industri sawit
secara keseluruhan. Angka pekerja yang cukup besar itu berkontribusi langsung terhadap
pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan.
"Tapi banyak isu yang menyoroti masalah ketenagakerjaan di industri sawit kita, baik itu masalah
pekerja anak atau pekerja perempuan, dan ini menjadi alat untuk kampanye negatif. Inilah yang
menjadi concern Gapki. Kami pastikan industri sawit Indonesia tetap mempunyai komitmen
untuk menjalankan regulasi sesuai aspek ketenagakerjaan," kata Joko di Jakarta, Selasa (23/3).
Peran industri sawit juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan tentu patut
disyukuri bahwa di masa pandemi Covid-19 yang dimulai awal tahun 2020 industri sawit tetap
membukukan kinerja positif dan operasional berjalan lancar. Tahun lalu, sumbangan sawit
terhadap devisa negara mencapai US$ 22 miliar.
Sawit Indonesia juga sudah menguasai pasar global khususnya di minyak nabati karena memang
Indonesia produsen terbesar. "Inilah yang menimbulkan isu persaingan, perdagangan, dan
kepentingan bisnis dari oknum atau negara lain yang iri terhadap sawit indonesia. Kampanye
antisawit terus bermunculan dan tidak pernah hilang, termasuk isu ketenagakerjaan," papar Joko
Supriyono.
Pada 2016 hingga saat ini, muncul pemberitaan yang mengatakan industri sawit merupakan
sektor yang mengeksploitasi pekerja anak dan perempuan dan mulai diberitakan di media
internasional padahal kenyataannya tidak seperti itu.
Tahun lalu, pemberitaan tersebut cukup viral, kantor berita asing menyebutkan terjadinya
pelecehan seksual terhadap pekerja perempuan di perkebunan sawit meskipun kasus tersebut
perlu diteliti lagi lebih dalam. Belakangan, isu pekerja perempuan di industri sawit kembali
digaungkan.
"Gapki mengakui adanya kelemahan dan tidak semuanya sempurna dan ke depannya
ketenagakerjaan lebih baik untuk mencapai kondisi yang harmonis. Dan soal ketenagakerjaan
seperti ini pasti menjadi concern semua pihak termasuk industri sawit. Salah satu concern utama
Gapki adalah keselamatan dan kesejahteraan pekerja dan tidak ada eksploitasi bagi pekerja
perempuan," tegas Joko Supriyono.
Terkait permasalahan tersebut, Gapki sudah melakukan penelitian terhadap pekerja perempuan
di sektor sawit tujuannya untuk memetakan dan memperbaiki praktik pengelolaan tenaga kerja
perempuan di sektor tersebut.
Dari hasil kajian tersebut, Gapki dan CNV International meluncurkan buku sederhana yang
berisikan panduan pengelolaan praktik sawit berkelanjutan bagi pekerja perempuan dan
perlindungannya. Buku tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi pelaku usaha untuk
memperbaiki tata kelola ketenagakerjaan.
Editor : Tri Listiyarini (tri_listiyarini@investor.co.id).
147

