Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 MARET 2021
P. 145
Judul Gapki: Industri Sawit Tidak Pernah Eksploitasi Pekerja Perempuan
Nama Media beritasatu.com
Newstrend Kampanye Negatif Sawit
Halaman/URL https://www.beritasatu.com/ekonomi/749677/gapki-industri-sawit-
tidak-pernah-eksploitasi-pekerja-perempuan
Jurnalis FMB
Tanggal 2021-03-23 13:17:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Joko Supriyono (Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah) Inilah yang
menjadi concern Gapki dan sejak 3 tahun terakhir bekerja sama sama dengan serikat ILO dan
CNV International melakukan pendekatan untuk meningkatkan kualitas kerja di sektor
perkebunan sawit
Ringkasan
Industri kelapa sawit merupakan industri penting bagi perekonomian Indonesia terutama dari
aspek tenaga kerja karena terdapat 4,45 juta pekerja langsung yang terlibat dalam perkebunan
kelapa sawit bahkan pemerintah sering memakai angka 17 juta orang yang bekerja di industri
sawit secara keseluruhannya. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia
(Gapki) Joko Supriyono mengatakan angka pekerja yang cukup besar ini memberikan kontribusi
langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan. Peran industri sawit juga bisa
mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan tentu yang patut disyukuri, di masa pandemi
yang dimulai awal tahun 2020, industri sawit tetap membukukan kinerja yang positif dan
operasional yang lancar dimana tahun lalu, sumbangan sawit terhadap devisa negara telah
mencapai US$ 22 miliar.
GAPKI: INDUSTRI SAWIT TIDAK PERNAH EKSPLOITASI PEKERJA PEREMPUAN
Jakarta, Industri kelapa sawit merupakan industri penting bagi perekonomian Indonesia
terutama dari aspek tenaga kerja karena terdapat 4,45 juta pekerja langsung yang terlibat dalam
perkebunan kelapa sawit bahkan pemerintah sering memakai angka 17 juta orang yang bekerja
di industri sawit secara keseluruhannya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan
angka pekerja yang cukup besar ini memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan
ekonomi dan ketenagakerjaan.
144

