Page 150 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 MARET 2021
P. 150

Saat  itu,  ada  salah  satu  lembaga  pemantau  hak  asasi  manusia,  Amnesty  International  yang
              mengendus adanya kerja paksa yang melibatkan anak-anak di perkebunan sawit .
              "Itulah  sebenarnya  yang  muncul  2016  kemudian  beberapa  isu  lainnya  muncul  belakangan,"
              terangnya.

              Dia menambahkan, persoalan ketenagakerjaan lainnya yang menyedot perhatian internasional
              adalah pelecehan seksual terhadap pekerja sawit perempuan, yang kemudian kembali digunakan
              sebagai  alat  untuk  melakukan  kampanye  negatif  terhadap  industri  sawit.  Sebagaimana yang
              ramai diberitakan kantor media asing pada 2020 lalu.

              "Amerika, bahkan sempat melarang sawitnya Malaysia karena dianggap perkebunan kelapa sawit
              di Malaysia itu melakukan kerja paksa terhadap anak dan pelecehan," terangnya.

              Oleh karena itu, Gapki bersama pemangku kebijakan terkait lainnya terus berbenah diri untuk
              mewujudkan  sistem  kerja  di  lingkungan  industri  dan  perkebunan  sawit  yang  lebih  ramah
              terhadap kelompok perempuan dan anak. Sehingga pemenuhan hak terhadap dua kelompok
              pekerja rentan tersebut bisa lebih baik.

              "Ini lah yang menjadi konsern kita di industri sawit Indonesia. Gapki sejak 3 tahun terakhir kita
              bekerja sama dengan CNV Internasional, Serikat Buruh Federasi Hukatan, bahkan ILO," ucap dia
              menekankan.

              Reporter: Sulaeman Sumber: Merdeka.com Sebelumnya, Amerika Serikat memblokir pengiriman
              minyak sawit dari FGV Holdings Berhad setelah temuan adanya kerja paksa, pekerja anak, serta
              kekerasan fisik dan seksual. Aturan ini efektif pada Rabu 30 September 2020.

              Investigasi dilakukan oleh Associated Press dan menemukan adanya masalah upah, perbudakan,
              hingga dugaan perkosaan, bahkan ada yang melibatkan anak di bawah umur. Ada juga warga
              Rohingya juga diselundupkan dan dipaksa bekerja.

              Produk  minyak  sawit  dan  turunannya  dari  FGV  merupakan  bagian  dari  supply  chain  bagi
              perusahaan-perusahaan multinasional seperti Nestle, L'Oreal, dan Unilever. Beberapa institusi
              keuangan di negara barat juga ada yang punya saham FGV.

              Otoritas  perdagangan  AS  ikut  melakukan  investigasi  dan  menemukan  adanya  eksploitasi.
              Beberapa  di  antaranya  yakni  pembatasan  pergerakan,  isolasi,  kekerasan,  menahan  upah,
              mengikat dengan utang, kerja berlebian, dan potensi kerja paksa anak.
              Para konsumen lantas diminta memikirkan asal produk minyak sawit mereka.

              "Kami ingin mendorong komunitas impor AS untuk melakukan due dilligence," ujar Brenda Smith,
              executive  assistant  commissioner  di  Office  of  Trade  di  AS  seperti  dilansir  AP  News,  Kamis
              (1/10/2020).

              "Kami  juga  mendorong  konsumer  untuk  bertanya  terkait  asal  produk  mereka,"  Smith
              menambahkan.














                                                           149
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155