Page 425 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 OKTOBER 2020
P. 425
Menurut Ida, saat ini banyak simpang siur isu dan distorsi informasi tentang UU Cipta Kerja,
terutama klaster ketenagakerjaan.
Baca: UU Cipta Kerja Disahkan, Berbagai Media Luar Negeri Soroti Unjuk Rasa yang Ricuh
Jokowi buka suara
Setelah ditunggu sikapnya mengenai pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, Presiden Joko
Widodo akhirnya berbicara mengenai undang-undang sapu jagat tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam keterangan pers dari Istana Bogor pada Jumat
(9/10/2020) sore.
Dilansir oleh Kompas.com, Jokowi menjelaskan alasan utama pemerintah menerbitkan Undang-
Undang Cipta Kerja. Salah satu alasannya adalah untuk membuka lapangan kerja baru di
Indonesia.
"Mengapa kita membutuhkan Undang-Undang Cipta Kerja, pertama, setiap tahun ada 2,9 juta
penduduk usia kerja baru, anak muda yang masuk ke pasar kerja," kata Jokowi.
"Sehingga kebutuhan lapangan kerja baru sangat mendesak," ucap Presiden.
Massa berusaha mundur saat polisi menembakan gas air mata dalam aksi unjuk rasa di depan
Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020).
Para demonstran menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan
oleh DPR RI. Dalam aksinya, mereka sempat berusaha masuk Gedung DPRD Jabar dengan
mendobrak pintu gerbang namun usahanya gagal.
Massa berusaha mundur saat polisi menembakan gas air mata dalam aksi unjuk rasa di depan
Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2020).
Para demonstran menolak Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang baru disahkan
oleh DPR RI. Dalam aksinya, mereka sempat berusaha masuk Gedung DPRD Jabar dengan
mendobrak pintu gerbang namun usahanya gagal. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)
Menurut Jokowi, jumlah pengangguran saat ini juga semakin banyak.
Baca: UU Cipta Kerja Izinkan Kapal Berbendera Asing Beroperasi di Laut Indonesia, Menteri Edhy:
Enggak Ada
Apalagi, jumlah pandemi Covid-19 yang membuat banyak masyarakat terdampak secara
ekonomi.
"Di tengah pandemi terdapat kurang lebih 6,9 juta pengangguran dan 3,5 juta terdampak
pandemi Covid-19," kata Jokowi.
Presiden menjelaskan, Indonesia juga saat ini didominasi oleh kalangan pekerja dengan
pendidikan rendah.
Sebanyak 87 persen dari total pekerja, menurut Jokowi, berpendidikan SMA ke bawah.
Lalu, sebanyak 39 persen di antaranya juga mengenyam pendidikan hingga SD.
"Sehingga perlu mendorong penciptaan lapangan kerja baru, khususnya di sektor padat karya,"
ujar Jokowi.
"Undang-Undang Cipta Kerja bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya
bagi para pencari kerja serta pengangguran," kata dia.
424