Page 424 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 OKTOBER 2020
P. 424

Hasilnya, RUU Cipta Kerja tetap disahkan menjadi undang-undang. Mayoritas fraksi DPR dan
              pemerintah setuju.  Pemerintah pun telah menyusun rencana selanjutnya setelah UU Cipat Kerja
              disahkan.

              Diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dirinya kini mendapatkan tugas baru dari
              Presiden Joko Widodo untuk merumuskan paling banyak 5 Peraturan Pemerintah (PP) yang akan
              jadi regulasi turunan dari  UU Cipta Kerja  yang terkait klaster ketenagakerjaan.



              UU CIPTA KERJA SUDAH DISAHKAN DPR, APA RENCANA JOKOWI SELANJUTNYA?

              DPR  mengesahkan  omnibus  law  RUU  Cipta  Kerja  menjadi  undang-undang  melalui  rapat
              paripurna, Senin (5/10/2020).

              Dalam rapat paripurna tersebut, sembilan di DPR kembali menyampaikan pandangan mereka
              terhadap RUU Cipta Kerja dalam rapat paripurna.

              Fraksi PKS dan Fraksi Partai Demokrat tetap menolak seluruh hasil pembahasan RUU Cipta Kerja.

              Hasilnya, RUU Cipta Kerja tetap disahkan menjadi undang-undang. Mayoritas fraksi DPR dan
              pemerintah setuju.

              Pemerintah pun telah menyusun rencana selanjutnya setelah UU Cipat Kerja disahkan.

              Diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dirinya kini mendapatkan tugas baru dari
              Presiden Joko Widodo untuk merumuskan paling banyak 5 Peraturan Pemerintah (PP) yang akan
              jadi regulasi turunan dari  UU Cipta Kerja  yang terkait klaster ketenagakerjaan.

              Ini merupakan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) selanjutnya setelah DPR mengesahkan
              RUU  Omnibus Law  Cipta Kerja menjadi  UU Cipta Kerja  .
              Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato perdananya dalam Sidang Majelis Umum
              (SMU) ke 75 PBB secara virtual, Rabu (23/9/2020).

              Ida mengklaim, pemerintah membuka diri bagi serikat buruh selama proses perumusan PP.

              Pihaknya mengundang sejumlah serikat buruh yang selama ini menolak keras pasal-pasal UU
              Omnibus Law Cipta Kerja.
              "UU Cipta Kerja ini memerintahkan untuk ada pengaturan lebih detailnya dalam PP, direncanakan
              minimal  tiga  PP,  maksimal  lima  PP  yang  disiapkan,"  kata  Ida  dikutip  dari  Antara,  Jumat
              (9/10/2020).

              Menurut Ida, berbagai PP yang akan mengatur klaster ketenagakerjaan di UU Cipta Kerja itu
              rencananya akan diselesaikan pada akhir Oktober sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

              "Arahan  Bapak  Presiden  dalam  akhir  Oktober  ini  seluruh  peraturan  pemerintah  itu  akan kita
              selesaikan," tegas Ida.

              Pembuatan  PP  klaster  ketenagakerjaan  itu  akan  melibatkan  seluruh  pemangku  kepentingan
              ketenagakerjaan  termasuk  serikat  buruh/pekerja  dan  dunia  usaha  yang  diwakilkan  Kamar
              Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

              Ida meminta bantuan untuk menyampaikan hasil sosialisasi itu kepada serikat pekerja dan dunia
              usaha.



                                                           423
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429