Page 227 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 227

Ia mengatakan dalam panduan implementasi PPKM Darurat, hanya 10-18 persen gerai yang bisa
              beroperasi  karena  masuk  dalam  kategori  kebutuhan  dasar,  seperti  toko  swalayan  modern
              (supermarket), farmasi dan makanan minuman (F&B) yang melayani pembelian dibawa pulang
              (take away) dan sistem antar (delivery).

              "Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, tentunya mereka dan pusat belanja harus merumahkan
              para karyawannya atau melakukan pengurangan tenaga kerja," kata Ellen.

              Menurut  Ellen,  mal  atau  pusat  belanja  merupakan  industri  padat  karya.  Dengan  banyaknya
              batasan untuk pusat belanja, termasuk gerai yang beroperasi, tentunya daya serap tenaga kerja
              juga semakin minim.
              Ellen  menjelaskan  pengurangan  tenaga  kerja  ini  merupakan  keputusan  yang  harus  diambil,
              mengingat terbatasnya gerai yang beroperasi, akan berdampak pada pengunjung.

              APPBI memprediksi tren jumlah pengunjung akan sangat landai.

              Selama PPKM Mikro saja pada 24 Juni sampai 1 Juli 2021, jumlah pengunung di pusat belanja
              hanya berkisar 26-28 persen.

              Selain  itu,  pusat  belanja  juga  mengalami  beban  operasional  karena  penggunaan  AC  sentral
              berkapasitas besar.

              "Memang  sangat tidak efisien  dari  segi  biaya operasional,  karena  umumnya  letak  gerai  F&B
              misalnya, tidak pada satu lantai. Namun kami juga terpaksa harus beroperasi untuk memberikan
              kesempatan kepada masyarakat yang masih membutuhkan produk esensial," kata Ellen.

              APPBI berharap setelah 20 Juli atau masa PPKM Darurat selesai, seluruh gerai pusat belanja
              dapat beroperasi kembali.

              Pemerintah juga diharapkan dapat lebih cermat mengetahui dan menangani penyebaran COVID-
              19, sehingga peraturan yang diterbitkan lebih tepat sasaran.




































                                                           226
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232