Page 225 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 225

Ia mengatakan dalam panduan implementasi PPKM Darurat, hanya 10-18 persen gerai yang bisa
              beroperasi  karena  masuk  dalam  kategori  kebutuhan  dasar,  seperti  toko  swalayan  modern
              (supermarket), farmasi dan makanan minuman (F&B) yang melayani pembelian dibawa pulang
              (take away) dan sistem antar (delivery).

              "Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, tentunya mereka dan pusat belanja harus merumahkan
              para karyawannya atau melakukan pengurangan tenaga kerja," katanya.

              Menurut  Ellen,  mal  atau  pusat  belanja  merupakan  industri  padat  karya.  Dengan  banyaknya
              batasan untuk pusat belanja, termasuk gerai yang beroperasi, tentunya daya serap tenaga kerja
              juga semakin minim.
              Dia  menjelaskan  pengurangan  tenaga  kerja  ini  merupakan  keputusan  yang  harus  diambil,
              mengingat terbatasnya gerai yang beroperasi, akan berdampak pada pengunjung.

              APPBI memprediksi tren jumlah pengunjung akan sangat landai.

              Selama PPKM Mikro saja pada 24 Juni sampai 1 Juli 2021, jumlah pengunjung di pusat belanja
              hanya berkisar 26-28 persen.

              Selain  itu,  pusat  belanja  juga  mengalami  beban  operasional  karena  penggunaan  AC  sentral
              berkapasitas besar."Memang sangat tidak efisien dari segi biaya operasional, karena umumnya
              letak gerai F&B misalnya, tidak pada satu lantai. Namun kami juga terpaksa harus beroperasi
              untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masih membutuhkan produk esensial,"
              kata Ellen.

              APPBI berharap setelah 20 Juli atau masa PPKM Darurat selesai, seluruh gerai pusat belanja
              dapat  beroperasi  kembali.  Pemerintah  juga  diharapkan  dapat  lebih  cermat  mengetahui  dan
              menangani penyebaran Covid-19, sehingga peraturan yang diterbitkan lebih tepat sasaran.(*).








































                                                           224
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230