Page 220 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 220

Ringkasan

              Kepala  Staf  Kepresidenan  Moeldoko  mendukung  Direktorat  Jenderal  Pembinaan  Penempatan
              Tenaga  Kerja  dan  Perluasan  Kesempatan  Kerja  (Binapenta  dan  PKK)  Kementerian
              Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pelatihan dalam penempatan pekerja migran Indonesia
              (PMI).

              Moeldoko mengatakan telah berkomunikasi dengan Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu
              Prakerja   untuk   bisa   bekerjasama     dengan    Kementerian    Ketenagakerjaan     dalam
              menyelenggarakan pelatihan untuk calon pekerja migran.



              MOELDOKO DUKUNG PENINGKATAN PELATIHAN DALAM PENEMPATAN PEKERJA
              MIGRAN
              Jakarta  -  Kepala  Staf  Kepresidenan  Moeldoko  mendukung  Direktorat  Jenderal  Pembinaan
              Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kementerian
              Ketenagakerjaan untuk meningkatkan pelatihan dalam penempatan pekerja migran Indonesia
              (PMI).

              Moeldoko mengatakan telah berkomunikasi dengan Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu
              Prakerja   untuk   bisa   bekerjasama     dengan    Kementerian    Ketenagakerjaan     dalam
              menyelenggarakan pelatihan untuk calon pekerja migran.
              "Yang pertama tentang kartu prakerja, saya sudah panggil PMO. Pada dasarnya bisa dilakukan
              kerja sama dengan Kemenaker, dengan syarat menggunakan platform Kartu Prakerja. Karena
              beda  skema  dan  berkaitan  dengan  pertanggungjawaban  keuangan,"  ujar  Moeldoko  saat
              menerima  jajaran  Direktorat  Jenderal  Binapenta  dan  PKK  Kementerian  Ketenagakerjaan  di
              Gedung Bina Graha, di Jakarta, Jumat.

              Moeldoko menyatakan pihak PMO Kartu Prakerja siap menerima pelatihan untuk Calon Pekerja
              Migran  Indonesia  (CPMI)  dan  juga  ex-PMI.  Ia  juga  mengaku  siap  mempertemukan  pihak
              Kemenaker dan PMO Kartu Prakerja terkait hal ini.

              "Pada  dasarnya  manajemen  Kartu  Prakerja  siap  menerima  teman-teman  CPMI  atau  ex-PMI.
              Silakan nanti dikomunikasikan, kalau perlu nanti kami pertemukan dengan manajemen Kartu
              Prakerja," ungkap Moeldoko.
              Adapun  pada tahun  2021  Kemenaker  telah  mengalokasikan  anggaran  pelatihan  untuk  3.008
              orang. Sementara data penempatan pada tahun 2020 berjumlah 112.000 orang, turun dari tahun
              2019 sebanyak 277.000 orang.

              Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemenaker Suhartono dalam kunjungannya melaporkan
              ada beberapa hal yang menjadi tantangan dan kendala untuk penempatan pekerja migran ke
              luar negeri saat ini.

              "Salah  satu  kendala  adalah  komponen  biaya  yang  tidak  boleh  dibebankan  ke  calon  pekerja
              migran, yaitu biaya pelatihan dan sertifikasi. Hingga kini hal tersebut masih jadi polemik," ungkap
              Suhartono.

              Ia mengaku saat ini pihaknya telah menyusun besaran struktur biaya untuk nantinya dievaluasi.
              Pasalnya hal ini perlu mendapat perhatian agar proses penempatan lancar dan tidak membebani
              pemberi kerja di luar negeri.





                                                           219
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225