Page 216 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 216

Karena itu, kata Riden, pihaknya menilai praktik pemagangan lebih buruk dari outsoucing. Buruh
              outsourcing  masih  berhak  mendapatkan  upah  minimum  dan  jaminan  sosial.  Tetapi,  dalam
              pemagangan, tuturnya, tidak ada istilah upah, melainkan hanya mendapatkan uang saku yang
              besarnya ditentukan perusahaan.

              Riden khawatir, dicanangkannya tahun pemagangan di tengah banyaknya buruh ter-PHK akibat
              pandemi  ini  akan  memperburuk  keadaan,  yaitu  posisi  buruh  yang  ter-PHK  akan  digantikan
              dengan peserta magang.

              “Perusahaan akan cenderung mempekerjakan peserta magang. Tidak lagi merekrut karyawan.
              Dalam  pengamatan  kami,  pola-pola  seperti  ini  sudah  terjadi  sejak  tahun  2016  lalu  Presiden
              Jokowi meresmikan gerakan pemagangan nasional,” ujarnya.

              Oleh karena itu, Riden berharap Menteri Ketenagakerjaan bisa membatalkan tahun 2021-2022
              sebagai the Year of Apprenticeship alias Tahun Magang. Sebab, saat ini yang dibutukan adalah
              memastikan agar buruh-buruh yang masih bekerja tidak kehilangan pekerjaan akibat pandemi
              yang tak kunjung teratasi serta membuka lapangan pekerjaan baru.

              “Taruh  saja  pemagangan  dijalankan.  Kalau  tidak  ada  lapangan  pekerjaan,  mereka  mau
              dikemanakan? Sedangkan saat ini saja banyak tenaga kerja terampil yang justru ter-PHK akibat
              perusahaannya tidak bisa bertahan akibat Covid-19,” kata Riden Hatam Aziz.

              Riden  mengatakan  persoalan  mendasar  yang  sampai  saat  ini  belum  terselesaikan  Menaker
              adalah lemahnya pengawasan. Sehingga setiap aturan perburuhan rentan terjadi pelanggaran.
              "Hal-hal yang normatif saja banyak dilanggar, apalagi ini yang sifatnya seolah-olah dibenarkan
              oleh pemerintah," ujarnya.












































                                                           215
   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221