Page 214 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 214

Kepala  Staf  Kepresidenan  Moeldoko  mengatakan  telah  berkomunikasi  dengan  Manajemen
              Pelaksana  Program  (PMO)  Kartu  Prakerja  untuk  bisa  bekerja  sama  dengan  Kementerian
              Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan pelatihan untuk calon pekerja migran .

              Hal  itu  disampaikan  Moeldoko  saat  menerima  kehadiran  Direktorat  Jenderal  Pembinaan
              Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kementerian
              Ketenagakerjaan .

              "Yang pertama tentang katu Prakerja, saya sudah panggil PMO. Pada dasarnya bisa dilakukan
              kerja sama dengan Kemenaker, dengan syarat menggunakan platform Kartu Prakerja. Karena
              beda skema berkaitan dengan pertanggungjawaban keuangan," ujarnya di Ruang Rapat Utama
              KSP, Jumat (2/7/2021).

              Moeldoko menyatakan pihak PMO Kartu Prakerja siap menerima pelatihan untuk Calon Pekerja
              Migran Indonesia (CPMI) dan juga ex-PMI.

              Ia juga mengaku siap mempertemukan pihak Kemenaker dan PMO Kartu Prakerja terkait hal ini.

              "Pada  dasarnya  manajemen  Kartu  Prakerja  siap  menerima  teman-teman  CPMI  atau  ex-PMI.
              Silakan nanti dikomunikasikan, kalau perlu nanti kami pertemukan dengan manajemen Kartu
              Prakerja," ungkap Moeldoko .

              Adapun  pada tahun  2021  Kemenaker  telah  mengalokasikan  anggaran  pelatihan  untuk  3.008
              orang.
              Sementara data penempatan pada tahun 2020 berjumlah 112.000 orang, turun dari tahun 2019
              sebanyak 277.000 orang.

              Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemenaker Suhartono dalam kunjungannya melaporkan
              ada beberapa hal yang menjadi tantangan dan kendala untuk penempatan pekerja migran ke
              luar negeri saat ini.

              "Salah  satu  kendala  adalah  komponen  biaya  yang  tidak  boleh  dibebankan  ke  calon  pekerja
              migran,  yaitu  biaya  pelatihan  dan  sertifikasi.  Hingga  kini  hal  tersebut  masih  jadi  polemik,"
              ungkapnya.

              Ia mengaku saat ini pihaknya telah menyusun besaran struktur biaya (cost structure) untuk
              nantinya dievaluasi.

              Pasalnya hal ini perlu mendapat perhatian agar proses penempatan lancar dan tidak membebani
              pemberi kerja di luar negeri.























                                                           213
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219