Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 MARET 2021
P. 25
melalui BLK Surakarta menggelar pelatihan barista jamu untuk menyiapkan SDM kompeten di
sektor yang tengah digemari masyarakat tersebut.
"Saya kira konsumsi jamu saat pandemi Covid-19 ini meningkat, yang menyesuaikan pada
kebutuhan masyarakat untuk sehat. Jadi, ada kedekatan dengan barista, tapi pengolahan jamu,
minuman yang sedang dibutuhkan masyarakat," katanya.
Dia menjelaskan, Surakarta adalah salah satu daerah yang UMKM-nya berkembang pesat. Dia
meminta BLK Surakarta dengan dukungan pemda setempat untuk selalu menyesuaikan pelatihan
dengan perkembangan industri setempat sehingga SDM yang dilahirkan BLK Surakarta mampu
mengisi kebutuhan dunia usaha atau industri.
"Saya meminta BLK Surakarta untuk selalu mengikuti kebutuhan masyarakat, dunia usaha, serta
industri. Tadi juga ditandatangani perjanjian kerja bersama Pemerintah Kota Surakarta dengan
dunia usaha dan industri," katanya.
BLK Surakarta adalah salah satu BLK UPTP (Unit Pelaksana Teknis Pusat) yang dikelola Ditjen
Binalattas, Kemnaker. BLK itu berdiri pada 1947 dan menjadikannya sebagai BLK tertua di
Indonesia. Sebelum adanya kejuruan barista jamu, BLK Surakarta memiliki 12 program kejuruan.
Yaitu, teknik otomotif, teknik manufaktur, teknik listrik, teknik las, teknik elektronika, TIK, bisnis
dan manajemen, bangunan, garmen apparel, industri kreatif, Processing, dan refrigerasi.
"Kami konsentrasi untuk meningkatkan kompetensi, terutama bagi teman-teman yang belum
mendapatkan pekerjaan. Kami menyiapkan pasar kerja, meningkatkan kompetensi. Di samping
itu, kami juga konsentrasi meningkatkan kompetensi bagi calon pelaku usaha mikro dan kecil,"
kata Menaker Ida.
Meskipun BLK Surakarta berstatus UPTP, Menaker Ida meminta pemda untuk mampu
memaksimalkan keberadaannya serta mendukung tumbuh kembangnya BLK Surakarta. "Yang
dibutuhkan sekarang adalah sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dan
dunia industri. Akibat dari pandemi ini, pengangguran kita cukup tinggi.
Pasca-Covid ini, mereka akan bekerja kembali, kami lakukan dengan pelatihan kompetensi atau
menyiapkan mereka menjadi wirausahawan," tandasnya. (tih/co4/wir)
24

