Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 112
Di pasar modal, saham DNET, terpantau minus 1,22% di posisi Rp 3.250/saham pada
perdagangan pukul 10.24 WIB, Senin ini (24/5/2021). Nilai transaksi relatif rendah hanya Rp
649.000 dengan volume perdagangan 200.000 saham. Namun kapitalisasi pasarnya cukup besar,
mencapai Rp 46,10 triliun.
Dalam sepekan perdagangan akumulatif, saham DNET minus 4% dan sebulan naik 2%. Year to
date saham DNET masih minus 7,14%.
Indomarco Prismatama (Indomaret) memang belakangan jadi perbincangan karena dapat
ancaman boikot dari serikat pekerja KSPI dan FSPMI. Masalah ini bermula dari soal THR 2020
tapi justru jadi perkara hukum pidana yang menimpa salah satu pekerja Indomaret.
Menanggapi pemberitaan di media massa, pihak Indomaret, melalui keterbukaan informasi
Indoritel di Bursa Efek Indonesia (BEI), menegaskan bahwa perusahaan telah membayar THR
tahun 2020 kepada karyawan.
Hal ini sesuai dengan ketentuan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan
Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan sebesar 1 bulan upah. Adapun
pemberian THR, kata pihak Indomaret, telah dibayarkan 2 minggu sebelum Hari Raya Lebaran.
"Seluruh karyawan telah mendapatkan haknya. Termasuk THR 2020 sudah diberikan dengan
jumlah dan waktu sesuai peraturan Menkaker No.6 tahun 2016," kata Marketing Director PT
Indomarco Prismatama, Wiwiek Yusuf di Jakarta, Senin (17/5).
Manajemen Indomaret juga mengklaim, perusahaan tidak pernah menunggak pemberian THR
kepada karyawan selama lebih dari 30 tahun.
Kemudian, mengenai peristiwa perusakan yang dilakukan oleh salah satu karyawan Indomaret
pada tahun 2020, pihak Indomaret mengatakan akan sepenuhnya menyerahkan kepada proses
hukum yang saat ini tengah berjalan.
"Diharapkan semua pihak menghargai proses [proses] hukum yang berlangsung saat ini,"
pungkas manajemen Indomaret.
Ancaman boikot ini dipicu oleh anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Anwar
Bessy yang dijadikan sebagai tersangka karena menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) 2020.
Presiden FSPMI Riden Hatam Aziz mengatakan akan memboikot produk Indomaret jika
anggotanya itu tidak dibebaskan dari tuntutan pidana.
Selain FSPMI, dalam konferensi pers virtual, Minggu (16/5), Presiden Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI) Said Iqbal juga mempertanyakan peran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker)
dalam kasus ini. Pasalnya, sampai saat ini Indomaret disebut belum melunasi THR 2020 yang
dibayar 50% Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sudah menyatakan bahwa
Indomaret tidak menyalahi ketentuan pembayaran tunjangan hari raya (THR) alias sesuai aturan.
Hal ini terungkap berdasarkan pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan Kemenaker.
"Secara aturan, THR tidak (melanggar aturan)," kata Sekretaris Jenderal Kemenaker Anwar
Sanusi dikutip dari CNN Indonesia .
Dari temuan itu, perusahaan membayar THR 2020 sebesar satu kali upah kepada semua buruh.
Ketentuan itu mengacu pada memo perusahaan yang mempertimbangkan dampak pandemi
Covid-19.
Besaran THR keagamaan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun
2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh Di Perusahaan, yaitu pasal 3 ayat 1.
111

