Page 109 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 109
Selain melakukan boikot, FSPMI juga akan menginstruksikan anggotanya untuk melakukan unjuk
rasa di depan kantor PT Indomarco Prismatama di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk
dukungan dan solidaritas terhadap Anwar Bessy.
Saat diminta tanggapan mengenai hal tersebut, Marketing Director PT Indomarco Primatama,
entitas anak PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), Wiwiek Yusuf belum mau
berkomentar. Perseroan menyatakan keterangan yang diberikan sama seperti yang sudah
disampaikan sebelumnya.
"Statement kami seperti keterangan tertulis (sebelumnya-red) karena sudah menjawab
semuanya," ujar dia saat dihubungi Sabtu, 22 Mei 2021.
Bayar THR Sebelumnya, PT Indomarco Prismatama, pengelola Indomaret menegaskan
Tunjangan Hari Raya (THR) 2020 telah dibayarkan kepada karyawan sesuai peraturan
pemerintah.
Hal ini tertuang dalam Ketentuan Menteri Tenaga Kerja Nomor 6 Tahun 2016 tentang "Tunjangan
Hari Keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan sebesar satu bulan upah. Pemberian THR
telah dibayarkan dua minggu sebelum Lebaran.
"Seluruh karyawan telah mendapatkan haknya. Termasuk THR 2020 sudah diberikan dengan
jumlah dan waktu sesuai Peraturan Menkaker Nomor 6 Tahun 2016," ujar Marketing Director PT
Indomarco Prismatama, pengelola Indomaret Wiwiek Yusuf dalam keterangan tertulis, Senin, 17
Mei 2021.
Perseroan menyatakan selama lebih dari 30 tahun, manajemen Indomaret tidak pernah
menunggak pemberian THR kepada karyawan. "Hak mereka diberikan sesuai peraturan
pemerintah," ujar dia.
Sebagai bagian dari masyarakat, Indomaret menyatakan terus melayani sebaik-baiknya
kebutuhan masyarakat. "Manajemen mengajak karyawan dan masyarakat luas untuk melakukan
kegiatan produktif guna mendukung pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional di
masa pandemi," kata dia.
Adapun mengenai peristiwa perusakan yang dilakukan oleh salah satu karyawan Indomaret pada
2020, Indomaret sepenuhnya menyerahkan kepada proses hukum yang saat ini tengah berjalan.
"Diharapkan semua pihak menghargai proses hukum yang berlangsung saat ini," kata dia.
Presiden KSPI Said Iqbal mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi
terkait hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan, perusahaan telah membayar THR 2020
sebesar satu kali upah kepada semua buruh. Ketentuan itu mengacu pada memo perusahaan
yang mempertimbangkan dampak pandemi covid-19.
Menurut temuan Kemnaker, hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan perusahaan sebelumnya
yang mengatur besaran THR berdasarkan masa kerja.
Untuk buruh dengan masa kerja kurang dari tiga tahun diberikan satu kali upah, masa kerja di
atas tiga tahun tetapi kurang dari tujuh tahun dibayarkan 1,5 kali upah, dan masa kerja di atas
tujuh tahun dibayarkan dua kali upah.
"Ada banyak buruh memiliki masa kerja di atas tujuh tahun, sehingga seharusnya mereka
mendapatkan THR sebesar dua kali upah berdasarkan aturan perusahaan. Namun, mereka
hanya mendapatkan THR satu bulan upah, atau setara dengan 50 persen dari THR tahun lalu,"
ungkap Said Iqbal, Sabtu, 22 Mei 2021.
108

