Page 43 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 43

Pelindungan  jaminan  sosial  bagi  pekerja  migran  Indonesia  (PMI),  penanganan  kedatangan
              tenaga kerja asing (TKA).
              Kemudian,  strategi  kesiapan  dan  penanganan  kembalinya  PMI  dari  negara  penempatan,
              khususnya pada masa pandemi Covid-19 di daerah perbatasan dan basis PMI.

              Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia kerja Indonesia pada Februari 2021
              berjumlah 205,36 juta.

              Dari jumlah tersebut, sebanyak 139,81 juta atau 68,08 persen adalah angkatan kerja.
              Dengan perincian 131,06 juta atau 93,74 persen berstatus bekerja.

              Sebanyak 8,75 juta atau 6,26 persen berstatus penganggur terbuka.

              Sebanyak 59,62 persen berstatus pekerja informal dan sebagian besar berpendidikan maksimal
              SD ke bawah (40,38 persen).

              Namun  demikian,  tingkat  pengangguran  tertinggi  justru  berpendidikan  SMK  sebanyak  11,45
              persen, diikuti SMA 8,55 persen, universitas 6,97 persen, dan diploma 6,61 persen.


              Sementara tingkat pengangguran berpendidikan SMP hanya 5,87 persen dan maksimal SD hanya
              3,13 persen.

              Ida menjelaskan Kemnaker telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi ketidakcocokan
              antara kebutuhan industri dan kemampuan pekerja, yaitu transformasi BLK dan link and match
              ketenagakerjaan.

              Ada dua kebijakan Kemnaker untuk mengatasi mismatch ketenagakerjaan tahun 2020-2024.

              Pertama, transformasi  BLK dengan  arah  kebijakan  mengubah  secara total  BLK  sebagai  Balai
              Pelatihan Vokasi yang menjadi pusat pengembangan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja
              yang berdaya saing di tingkat nasional dan intenasional. Transformasi BLK dilakukan dengan
              reformasi kelembagaan, sampai reorientasi SDM untuk meningkatkan kualitas layanan.

              “Kami optimalkan potensi kapasitas latih UPTP, UPTD, dan BLK Komunitas kepada 483.991 orang
              per tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dengan sebaran di
              seluruh Indonesia," ujar Ida.

              Kedua, lanjut Ida, link and match ketenagakerjaan dengan arah kebijakan membangun integrasi
              pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja dalam sebuah bisnis proses yang utuh dan
              efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan permintaan pasar kerja.

              “Kami terapkan strategi mengintegrasikan sistem pelatihan, sertifikasi, dan penempatan, yaitu
              pengembangan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia indsutri (DuDi)," kata Ida.

              Dalam  rangka  mendukung  sertifikasi  kompetensi  lulusan  pendididkan  dan  pelatihan  vokasi,
              terdapat pula 1.925 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari Badan
              Nasional  Sertifikasi  Profesi  (BNSP)  yang  siap  melaksanakan  sertifikasi  bagi  tenaga  kerja  di
              seluruh Indonesia.










                                                           42
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48