Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 39

dan link and match ketenagakerjaan. Menurut Ida, dua Kebijakan Kemnaker untuk mengatasi
              mismatch  ketenagakerjaan  2020-2024  yaitu  yang  pertama  transformasi  BLK  dengan  arah
              kebijakan.

              Kemudian  merubah  secara  total  BLK  sebagai  Balai  Pelatihan  Vokasi  yang  menjadi  pusat
              pengembangan  kompetensi  serta  produktivitas  tenaga  kerja  yang  berdaya  saing  di  tingkat
              nasional dan intenasional.

              "Transformasi  BLK  dilakukan  dengan  reformasi  kelembagaan,  hingga  reorientasi  SDM  untuk
              meningkatkan kualitas layanan BLK. Kita optimalkan potensi kapasitas latih UPTP, UPTD, dan
              BLK Komunitas kepada 483.991 orang per tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
              kebutuhan pasar kerja dengan sebaran di seluruh Indonesia," ujar Ida.

              Kebijakan yang kedua, lanjut Ida, yaitu Link and Match Ketenagakerjaan dengan arah kebijakan
              membangun integrasi.

              Politisi PKB itu menyebutkan pembangunan kebijakan mengedepankan pelatihan, sertifikasi, dan
              penempatan  tenaga  kerja  dalam  sebuah  bisnis  proses  yang  utuh  dan  efektif  untuk
              mempertemukan pencari kerja dengan permintaan pasar kerja.

              "Kami terapkan strategi mengintegrasikan sistem pelatihan, sertifikasi, dan penempatan, yaitu
              pengembangan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia indsutri (DuDi)," kata Ida.

              Kemudian dalam rangka mendukung sertifikasi kompetensi lulusan pendididkan dan pelatihan
              vokasi, terdapat pula 1.925 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi
              dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang siap melaksanakan sertifikasi bagi tenaga
              kerja di seluruh Indonesia.

              Sebelumnya  Menaker  Ida  dan  Kepala  Badan  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (BP2MI)
              Benny Rhamdani menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen
              Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2021).

              Raker yang dipimpin Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Esthelita Runtuwene ini membahas evaluasi
              link and match Balai Latihan Kerja (BLK) sesuai dengan kebutuhan daerah, Pelindungan Jaminan
              Sosial bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), penanganan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA)
              dan strategi kesiapan dan penanganan kembalinya PMI dari negara penempatan, khususnya
              pada masa Pandemi Covid-19 di daerah perbatasan dan basis Pekerja Migran Indonesia (PMI).

              Menaker  Ida  mengatakan,  jumlah  pengangguran  terbuka  Indonesia  mengalami  penurunan
              sekitar 950 ribu orang pada Februari 2021.

              "Pengangguran  terbuka  kita  dibandingkan  Agustus  2020  menurun,  Agustus  2020,  akibat
              pandemi pengangguran kita 9,7 juta. Alhamdulillah dengan segala cara kita bisa menurunkan
              pengangguran kita berkurang 950 ribu," kata Ida.

              Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia kerja Indonesia pada Februari 2021
              berjumlah 205,36 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 139,81 juta atau 68,08 persen adalah
              angkatan kerja. Dengan rincian 131,06 juta atau 93,74 persen berstatus bekerja dan 8,75 juta
              atau 6,26 persen berstatus penganggur terbuka.

              Sebanyak 59,62 persen berstatus pekerja informal dan sebagian besar berpendidikan maksimal
              SD  ke  bawah  (40,38  persen).  Namun  demikian,  tingkat  pengangguran  tertinggi  justru
              berpendidikan SMK sebanyak 11,45 persen, diikuti SMA (8,55 persen), universitas (6,97 persen)
              dan diploma (6,61 persen). Sementara tingkat pengangguran berpendidikan SMP hanya 5,87
              persen dan maksimal SD hanya 3,13 persen. (jpnn).


                                                           38
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44