Page 144 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 144
melakukan pendekatan yang terintegrasi basisnya ini mengoptimalkan seluruh potensi istilahnya
dana yang ada," paparnya.
"Salah satunya adalah dari dana desa, yang semua desa dapat. Ini adalah salah satu intervensi
untuk mempercepat ketertinggalan 3T. Nah untuk daerah tersebut terkait dengan penggunaan
dananya pun diberikan keleluasaan kebutuhan mereka agar mereka bisa segera mengikuti
daerah lain untuk bisa berkembang," imbuhnya.
Di samping itu, Anwar pun meminta agar para industri atau perusahaan untuk melakukan
kegiatan tak hanya di kota, namun di desa. Hal ini bisa dilakukan dengan memperkenalkan e-
commerce ke perdesaan.
"Saya rasa potensi yang juga saat ini harus kita kembangkan, dan saya berharap mudah-
mudahan para tim dari perusahaan mulai betul-betul menggeser kegiatannya untuk di daerah-
daerah yang masuk dalam kategori 3T. Misalnya kita introducing sesuatu yang kita kenal e-
commerce. Ini bisa memberikan manfaat, terutama peningkatan kesejahteraan di daerah
tersebut," ungkapnya.
Anwar menjelaskan pihaknya juga memberikan edukasi melalui skilling dan re-skilling di
pedesaan. Pasalnya, hal ini menjadi bagian penting agar masyarakat di desa dapat menyesuaikan
dengan kebutuhan dari pekerjaan yang ada.
"Kita memberikan edukasi skilling dan re-skilling harus dilakukan," katanya.
"Kita mau tidak mau re-skilling atau up-skilling sebuah strategi jawaban bagaimana agar tenaga
yang tersedia mampu menyesuaikan dengan kebutuhan dari pekerjaan itu. Jadi konsep link and
match tetap relevan sampai kapan pun," tambahnya.
Tak hanya itu, Anwar pun mengimbau agar para perguruan tinggi juga dapat bekerja sama,
salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa. Menurutnya, hal ini dapat
menjadi upaya meningkatkan potensi di pedesaan sehingga masyarakat desa dapat siap
menghadapi tantangan transformasi dunia kerja.
"Gagasan yang saat ini dan saya rasa UGM menjadi pionir, yakni KKN yang diperpanjang. Dengan
concern Kampus Merdeka, ini menjadi sebuah opsi desa-desa didampingi oleh orang yang
memiliki kemampuan, tapi kita bekali data informasi yang komplit terkait dengan desa-desa itu,"
ujarnya.
"Potensi-potensi apa yang harus dikembangkan dan problematika sosial apa yang yang harus
dicarikan solusi. Dan juga istilahnya penguatan instrumen atau institusi desa apa yang harus kita
dampingi," pungkasnya.
143

