Page 364 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 364

dieksploitasi secara tidak manusiawi tanpa memperhatikan kesehatan, kehidupan keluarga serta
              masa  depan  buruh  Pembentukan  ILO  juga  merupakan  upaya  meredam  konflik  akibat
              ketidakadilan  yang  dialami  para  buruh,  ketidakadilan  tersebut  terus  meningkat  seiring
              bertambahnya jumlah industrialisasi sehingga akan mengancam perdamaian dunia.

              Alasan lainnya yaitu tentang perekonomian, para pengusaha kala itu menciptakan lapangan kerja
              bukanlah untuk menyejahterakan para buruh, orientasi mereka hanya pada keuntungan yang
              banyak sedangkan kesejahteraan buruh hanya akan menambah biaya produksi dan daya saing.

              Adapun alasan Indonesia bergabung dengan ILO dilansir dari laman ILO adalah di antaranya
              sebagai berikut;

              1. Penciptaan lapangan kerja untuk pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

                 a. Pengarusutamaan ketenagakerjaan dalam kebijakan makroekonomi, ketenagakerjaan dan
                   sosial melalui analisis dan perangkat pasar tenaga kerja yang baik.

                 b. Peningkatan kebijakan dan program untuk lebih membekali perempuan dan laki-laki muda
                   memasuki dunia kerja.

                 c. Hasil ketenagakerjaan yang dioptimalkan dari investasi publik dan komunitas.

                 d. Peningkatan kebijakan dan program tentang kewirausahaan, pengembangan bisnis dan
                   koperasi untuk penciptaan lapangan kerja termasuk inklusi keuangan.

                 e.  Keterampilan  pekerja  ditingkatkan  melalui  pelatihan  berbasis  permintaan  dan  berbasis
                   kompetensi untuk lebih memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja.

              2. Hubungan Industrial yang sehat dalam konteks tata kelola ketenagakerjaan yang efektif

                   a.  Administrasi  ketenagakerjaan  memberikan  layanan  yang  efektif  untuk  memperbaiki
                      kondisi dan lingkungan kerja.

                   b.  Konstituen  tripartit  secara  efektif  terlibat  dalam  dialog  sosial  untuk  menerapkan
                      peraturan  ketenagakerjaan  dan  standar  ketenagakerjaan  internasional  labor,  dan  c.
                      Penguatan  kapasitas  kelembagaan  organisasi  pengusaha  dan  pekerja  untuk
                      berkontribusi  dalam  hubungan  industrial  yang  sehat  sesuai  dengan  mandat  dan
                      tanggung jawab masing-masing.

              3. Perlindungan sosial untuk semua pihak

                   a. Pemerintah dan mitra sosial memiliki kapasitas yang lebih besar untuk merancang dan
                      mengimplementasikan kebijakan dan program perlindungan sosial.

                   b.  Hambatan  terhadap  pekerjaan  dan  pekerjaan  yang  layak  ditangani,  khususnya
                      kesenjangan gender dan bagi penyandang disabilitas.

                   c.  Implementasi  yang  efektif  dari  Rencana  Aksi  Nasional  Penghapusan  Bentuk-Bentuk
                      Pekerjaan Terburuk untuk Anak.

                   d.  Peningkatan  kebijakan,  kerangka  kelembagaan  dan  implementasi  program  untuk
                      pemberdayaan dan perlindungan pekerja migran dan rumah tangga Indonesia, dan

                   e. Kebijakan dan program terpadu untuk pekerja perempuan dan laki-laki.

              Begitu, 3 alasan uatama Indonesia bergabung dengan organisasi buruh internasional atau ILO
              ini. HENDRIK KHOIRUL MUHID .
                                                           363
   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369