Page 371 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 371

KSPI SINGGUNG PHK MASSAL, UPAH KURANG, SAID IQBAL SEBUT BURUH GARDA
              TERDEPAN LAWAN KEBIJAKAN SEMBAKO DIPAJAKI
              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyoroti wacana sembako
              dipajaki negara.

              Dia menegaskan, jika rencana menaikkan PPN sembako dilanjutkan, kaum buruh akan menjadi
              garda terdepan.

              Buruh  akan  melakukan  perlawanan,  baik  secara  aksi  nyata  di  jalanan  hingga  mengajukan
              gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

              KSPI  mengecam  keras  rencana  pemerintah  tersebut  dan  menilai  langkah  pemerintah  seperti
              kolonialisme, penjajahan.

              Sebut Iqbal, rencana Menteri Keuangan, Sri Mulayani menaikkan tarif pajak pertambahan nilai
              (PPN) untuk sembako dan memberlakukan tax amnesty jilid II adalah sebuah kolonialisme.

              " KSPI mengecam keras rencana tax amnesty dan menaikkan PPN sembako," kata Presiden KSPI
              Said Iqbal, kepada wartawan pada Jumat, 11 Juni 2021.

              "Ini adalah cara-cara kolonialisme. Sifat penjajah," lanjutnya.

              Dia memprediksi adanya kenaikan PPN, maka seluruh harga barang akan naik.

              Jika  hal  itu  terjadi,  maka  yang  dirugikan  adalah  masyarakat,  terutama  buruh,  karena  harga
              barang menjadi mahal.

              Dia menyinggung, saat ini sudah banyak kaum buruh yang di-PHK, kini akan ditambah beban
              membayar pajak untuk sekadaran bisa makan.

              "Sudahlah kaum buruh terjadi PHK di mana-mana, kenaikan upahnya dikurangi dengan omnibus
              law," jelasnya.

              "Nilai pesangon yang lebih kecil dari peraturan sebelumnya, dan pembayaran THR yang masih
              banyak dicicil," katanya.

              "Sekarang dibebani lagi dengan harga barang yang melambung tinggi akibat kenaikan PPN,"
              kata Said Iqbal.
              Demokrat  menentang  Politisi  Partai  Demokrat  Andi  Arief  turut  melemparkan  kritikannya  soal
              rencana pemerintah menarik pajak sembako yang saat ini menggegerkan masyarakat.

              Sebelumnya, kabar rencana sembako dikenai pajak diketahui dari draf revisi undang-undang
              nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

              Berdasarkan  informasi  yang  dihimpun  Pikiran-Rakyat.com,  setidaknya  ada  3  skema  yang
              direncanakan pemerintah menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari sembako.

              Pertama, untuk sembako diberlakukan tarif PPN umum yang diusulkan sebesar 12 persen.

              Kedua,  dikenakan  tarif  rendah  sesuai  dengan  skema  multitarif  yakni  sebesar  5  persen  yang
              dilegalisasi melalui penerbitan peraturan pemerintah.

              Dan ketiga, menggunakan tarif PPN final sebesar 1 persen.




                                                           370
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376